China naikkan tarif 125% untuk AS
Meski begitu, China masih membuka peluang untuk beralih ke jenis pembalasan lain.
China kembali menegaskan akan melawan AS sampai akhir.
Para analis menyebut perang tarif tersebut membuat perdagangan 2 ekonomi raksasa menjadi amburadul.
Dengan tarif di atas 35%, ekspor China ke AS sudah tidak menguntungkan, sementara barang AS di China terlalu mahal dan tak laku.
Beijing mulai serang balik AS:
- Pertama, China segera membatasi impor film-film Hollywood sebagai tanggapan atas kenaikan tarif Trump.
- Awal minggu ini, Tiongkok memfokuskan pengawasan ketat pada ekspor jasa AS.
- China mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang mengunjungi AS.
- Mahasiswa diminta mempertimbangkan lagi untuk kuliha di negara bagian Ohio, AS.
Dalam sebuah pernyataan, Analis UBS menyebut China sudah bosan untuk berbasa-basi. Perdagangan 2 negara ini seperti sudah terputus total.
Kedua pihak kini saling pukul 100% tarif atas hampir semua barang.
Setelah China meningkatkan persentasenya:
- China mengenakan pajak sebesar 63% dalam perdagangan 2 arah per 9 April.
- AS juga membalas menaikkan tarif jadi 67% sejak Februari.
Institute for International Economics, Peterson menilai, tarif rata-rata AS atas ekspor Tiongkok saat ini mencapai 135%, itu naik 40 kali dibanding sebelum perang dagang AS-Tiongkok pertama pada 2018.
Editor: Erwin Syahril






















