Korea Utara dukung Rusia
Namun, Korea Utara dan Rusia belum mengatakan apakah ada kesepakatan baru yang dicapai sebelum Shoigu meninggalkan Pyongyang pada Jumat malam.
Pada Jumat, Korean Central News Agency (KCNA) memberitakan, Kim mengawasi uji coba peluncuran rudal anti pesawat baru dihari sebelumnya.
“Rudal tersebut sebagai “sistem senjata pertahanan utama lainnya bagi Korea Utara,” kata KIM, seperti dikutip KCNA.
Peluncuran rudal tersebut merupakan aktivitas uji senjata keenam Korut tahun ini, terjadi pada hari yang sama ketika militer AS dan Korea Selatan menyelesaikan latihan tahunan mereka yang dipandang Korut sebagai latihan invasi.
Dalam pernyataannya pada 27 Februari, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan pihaknya menginvestigasi jumlah pasukan Korut yang telah dikerahkan ke Rusia.
Media Korea Selatan menyebut jumlah tentara Korea Utara yang terbaru dikerahkan ke Rusia sekitar 1.000 hingga 3.000.
Korea Selatan, AS, dan negara-negara lain menduga Korut mendapat bantuan ekonomi dan militer dari Rusia, sebagai imbalan atas penyediaan senjata dan pasukan.
Banyak pakar mengatakan Korea Utara kemungkinan akan meningkatkan dukungannya terhadap Rusia.
Pakar menyebut hal itu dilakukan Korut untuk memperoleh manfaat sebanyak mungkin dari Rusia, sebelum perang berakhir.
Beberapa pengamat juga mengatakan perjalanan Shoigu menyangkut dengan persiapan Kim untuk mengunjungi Rusia.
Editor: Fatmi Rahim






















