
Pada ramadan 2025 ini, tanggal berapakah malam Lailatul Qadar terjadi?
Kalau mengacu hasil sidang isbat pemerintah dalam penetapan awal Ramadan 1446 H, jatuh pada 1 Maret 2025.
Maka malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan dimulai pada Kamis, 20 Maret 2025 malam Jumat atau malam 21 Ramadan.
Berikut daftar malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan 1446 H:
- Malam 21 Ramadan: Kamis, 20 Maret 2025 malam Jumat, 21 Maret 2025
- Malam 23 Ramadan: Sabtu, 22 Maret 2025 malam Minggu, 23 Maret 2025
- Malam 25 Ramadan: Senin, 24 Maret 2025 malam Selasa, 25 Maret 2025
- Malam 27 Ramadan: Rabu, 26 Maret 2025 malam Kamis, 27 Maret 2025
- Malam 29 Ramadan: Jumat, 28 Maret 2025 malam Sabtu, 29 Maret 2025
Lailatul Qadar tidak bisa dipastikan kapan akan terjadi, namun jika umat terus berusaha memprediksi dengan mengamati tanda-tanda yang mungkin bisa menjadi petunjuk.
Berikut tanda-tandanya:
- Matahari Terbit dengan Sinar Putih
dalam buku Hukum dan Keutamaan Lailatul Qadar (2010) oleh Jamaz al-Jamaz. Menurutnya salah satu tanda yang paling terkenal dari Lailatul Qadar yaitu terbitnya matahari dengan sinar putih setelah malam tersebut.
Hal itu disebabkan banyak malaikat yang turun ke langit, sehingga membuat cahaya matahari tidak seterik biasanya.
Pendapat itu ditegaskan dalam berikut ini:
هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Artinya: “Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke 27 (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.”
- Udara yang Sejuk
Dikutip Kumparan dari laman Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, tanda lain dari Lailatul Qadr adalah udara yang terasa sangat nyaman, tidak terlalu panas maupun dingin.
Pendapat itu diperkuat dengan hadis yang diriwayatkan Ath-Thoyalisi dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman:
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
Artinya: “Lailatul qodar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.”
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juga memapar tanda-tanda Lailatul Qadar baru bisa diketahui setelah malam tersebut berlalu.
Hal ini menjadi alasan mengapa kita tidak dapat memastikan apakah malam yang kita alami adalah Lailatul Qadr. Wallahu a’lam.
Editor: M. Ichsan






















