Korut Rilis Rudal Hipersonik Terbaru, Kim: Siap Menyerang Militer Lawan

"Efektif menembus penghalang pertahanan yang padat”

Korut Rilis Rudal
Korea Utara mengklaim rudal hipersonik baru mereka terbang 12 kali kecepatan suara, dengan jarak tempuh sekitar 1.500 km. (Foto: Reuters)
Korut Rilis Rudal
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. (Foto: AP/Yonhap) 

Mesin rudal tersebut dilaporkan menggunakan senyawa serat karbon baru, sebuah perkembangan teknologi yang signifikan bagi Pyongyang.

Serat karbon lebih ringan dan kuat dibanding bahan luar angkasa lainnya seperti aluminium, namun jauh lebih sulit untuk diproduksi.

Peluncuran rudal pertama Korea Utara pada 2025 bertepatan dengan kunjungan Blinken ke Seoul, di mana ia menjanjikan kerja sama bilateral dan trilateral, termasuk Jepang, untuk menanggapi ancaman militer Pyongyang yang semakin meningkat.

“Peluncuran hari ini hanyalah pengingat bagi kita semua betapa pentingnya kerja kolaboratif kita,” kata sekretaris tersebut, mengutuk peluncuran tersebut.

Menyusul konfirmasi Korut mengenai peluncuran tersebut, juru bicara militer Korsel meragukan kemampuan rudal hipersonik.

Korsel mencurigai adanya bantuan Rusia dalam mengembangkan sistem senjata dengan teknologi serat karbon.

Juru bicara Kepala Staf Gabungan Korsel, Lee Sung Joon meyakini Korut melebih-lebihkan kemampuan sistem tersebut.

Dia mengklaim rudal tersebut menempuh jarak yang lebih pendek dari yang diklaim dan tidak ada puncak kedua.

Lee mengatakan, uji coba tersebut kemungkinan merupakan tindak lanjut dari uji coba rudal balistik hipersonik jarak menengah pada April lalu.

Rudal itu diklaimnya sulit menggunakan sistemnya di wilayah yang relatif kecil seperti Semenanjung Korea.

 

 

Editor: Chandra Adi Putra