
Pada 2024, Papan Akselerasi mengalami kenaikan year-to-date (YTD) sebesar 31,58%, melanjutkan tren positifnya dengan pertumbuhan sebesar 34,48% di tahun sebelumnya.
Hal itu mencerminkan potensi besar saham-saham yang tergabung dalam Papan Akselerasi. Jika dibandingkan dengan papan lain, pertumbuhan indeks Papan Akselerasi cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan papan lainnya.
Papan Utama mencatat perubahan YTD sebesar -3,43% pada 2024 setelah mengalami pertumbuhan sebesar 6,91% pada 2023.
Sementara itu, Papan Pengembangan berhasil pulih dengan mencatat pertumbuhan YTD sebesar 21,13% pada tahun 2024, dibandingkan perubahan yang terjadi sebesar -7,10% pada tahun sebelumnya.
Beberapa indeks blue-chip, seperti LQ45 dan IDX30 justru menghadapi tantangan, dengan mencatatkan perubahan masing-masing sebesar -11,72% dan -11,41% pada 2024.
Meskipun rata-rata memiliki kinerja perusahaan yang baik, perusahaan tercatat di Papan Akselerasi masih menghadapi tantangan, yaitu penurunan harga saham yang dialami oleh 75% dari total Perusahaan Tercatat di Papan Akselerasi jika dibandingkan dengan harga ketika IPO.
Secara umum, hal ini disebabkan oleh valuasi perusahaan yang relatif tinggi ketika IPO, khususnya jika dilihat dari rasio Price-to-Earnings (PER) dan Price-to-Book Value (PBV) perusahaan.
Dari keseluruhan perusahaan tercatat di Papan Akselerasi, 86% perusahaan memiliki valuasi rasio PER dan PBV yang cukup tinggi pada saat IPO dibandingkan dengan rata-rata valuasi di pasar (Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG), yaitu rasio PER sebesar 13 dan rasio PBV sebesar 2.
Tingginya valuasi perusahaan di Papan Akselerasi pada saat IPO kemudian mengakibatkan penyesuaian harga saham di pasar sekunder sehingga valuasi saat ini menjadi lebih reasonable.
Hal ini tercermin dari 73% perusahaan di Papan Akselerasi atau sebanyak 32 dari 44 perusahaan memiliki valuasi yang cukup menarik dengan rasio PER < 13 dan rasio PBV < 2.






















