
“Pelabuhannya lebih representatif di sini dibanding yang sebelumnya. Lebih rapi dan teratur,” Prof. Suswanto.
Kendati begitu, Kepala BP Batam Muhammad Rudi berpesan agar PT. Pelni Cabang Batam tidak berpuas hati.
Menurutnya, masih banyak yang harus dikembangkan untuk meningkatkan fasilitas yang ada.
“Pelabuhan ini belum selesai. Sarana dan prasarana masih harus ditingkatkan dan direnovasi. Termasuk jalur jalan dan layanan taksi,” kata Rudi.
“Saya harap pelayanan pelabuhan semakin baik sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” tambah Rudi.
Sebelumnya, Kapal Pelni KM Kelud yang semula dijadwalkan pindah sandar dari Terminal Batu Ampar ke Terminal Bintang 99 Persada pada Rabu, 4 Desember 2024, dinyatakan harus ditunda.
“Operator Terminal Penumpang PT Bintang 99 Persada masih menyempurnakan fasilitas-fasilitasnya demi kenyamanan penumpang KM Kelud nantinya,” kata Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (3/12/2024).
Dendi beralasan, penundaan pindah sandar Kapal Pelni karena melihat aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama.
Hari Rabu ini (4/12/2024), lanjut Dendi, akan digelar pengecekan Kolam dan Alur Pelabuhan oleh CQP, untuk memastikan kembali fasilitas tersebut pada Terminal Penumpang PT Bintang 99 Persada.
“BP Batam, KSOP Khusus Batam, KPU Bea Cukai Tipe B Batam, Distrik Navigasi Kelas I Tanjungpinang, PT Pelni, PT Bintang 99 Persada terus melaksanakan persiapan agar pemindahan operasional segera terwujud,” katanya. (Erwin)






















