“Langkah ini sejalan dengan upaya kami untuk memanfaatkan aset tanahnya secara optimal, termasuk memasok biomassa sebagai bagian dari transisi energi hijau,” pungkasnya.
Pembina Yayasan Citramas Group, Mayjen (Purnawirawan) Djoko Pramono mendukung program penanaman bakau tersebut.
Menurutnya program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran mereka dalam pelestarian alam.
“Hutan mangrove dapat menjaga ekosistem di pesisir dan pantainya, melindungi pantai dari abrasi dan erosi rumah tempat tinggal bagi berbagai keanekaragaman hayati. Maka, harus kita jaga dan lestarikan,” kata Djoko.
Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati menyebut hal sejalan ini guna menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan, serta menjaga emisi untuk energi berkelanjutan.
Ia menerangkam, pohon mangrove dikenal sebagai tumbuhan yang berperan mengurangi emisi karbondioksida (CO2) ke atmosfer dengan cara menyerap dan menyimpannya di daun dan akarnya.
“Kami berharap ini menjadi awal yang baik dalam memperkuat kekompakan untuk menjaga lingkungan, meningkatkan kualitas udara yang bersih, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tutup Euis.
Penanaman itu mencerminkan kontribusi Perusahaan Listrik Negara ini dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait aksi iklim, kehidupan di darat, dan penguatan ekonomi lokal.
Dengan semangat kolaborasi, Penyedia listrik di Batam itu berkomitmen terus mendukung pelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih hijau. (Erwin)




















