Solok  

Zul Elfian Belajar Penanganan Sampah Ke Kota Cilegon

Zul Elfian Belajar
Panbil Mall

Zul Elfian belajar penanganan sampah di Cilegon

Menurutnya, Cilegon merupakan kota pertama di Indonesia yang berhasil merubah sampah menjadi bahan bakar briket/co firing.

“Hal ini sebuah keberhasilan bagi sebuah kota dalam pengelolaan sampah. Untuk itulah kita ingin mendapatkan masukan dan saran, karena Pemko Solok terus berupaya mendapatkan bantuan hibah dari Kementerian LHK berupa teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pengolahan sampah di Kota Solok, “katanya.

Melalui teknologi itu kata Edrizal , nantinya sampah-sampah yang ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan menjadi energi terbarukan atau diproses menjadi energi alternatif untuk pembangkit listrik.

“Metode RDF ini adalah pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar/sumber energi. Bahan bakar hasil olahannya nanti akan dimanfaatkan oleh PT Semen Padang. Hal ini sangat positif sekali dalam upaya pengelolaan sampah di Kota Solok nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi niat baik Pemkot Solok yang ingin menerapkan sistem pengelolaan sampah seperti di Kota Cilegon. Menurut Helldy, semakin banyak daerah yang menerapkan sistem ini, maka semakin besar kontribusi daerah dalam ikut mengatasi persoalan persampahan di Indonesia.

Terkait BBJP Plant di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Helldy menyatakan bahwa pada tahun 2023 ini produksinya akan meningkat dari 30 ton per hari menjadi 200 ton perhari. Peningkatan produksi tersebut dimungkinkan menyusul peningkatan kapasitas pabrik yang mendapat bantuan dana dari Bank Dunia senilai Rp 100 miliar.

“Setelah kapasitas produksi naik menjadi 200 ton perhari, saya yakin Kota Cilegon justru akan defisit sampah. Untuk mengatasinya, kami akan berkerja sama dengan pemerintah daerah lain dalam hal pasokan sampah. Yang sudah berjalan di antaranya bersama Pemkab Serang,” papar Helldy

Kunker Pemkot Solok diawali dengan meninjau Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cilegon. Selanjutnya singgah di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon yang diisi penjelasan terkait tahapan pendirian dan proses produksi BBJP di TPSA Bagendung.

Kunker kemudian diakhiri dengan memantau langsung proses produksi pengolahan sampah menjadi BJJP atau cofiring batu bara untuk dipasok ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya. (Abak)