Di dalamnya bisa terdapat portofolio yang lebih kecil, jika seorang investor berinvestasi ke banyak jenis instrumen dengan karakter yang berbeda-beda.
Saat ini akan dibahas contoh portofolio investasi milik investor yang berisi instrumen pasar modal yaitu saham, obligasi dan deposito atau uang tunai.
Portofolio dibuat untuk menetapkan tujuan invetasi dan menyesuaikan antara profil risiko investor, dengan jangka waktu investasi dan hasil investasi yang diharapkan.
Contoh, seorang investor merencanakan berinvestasi dalam jangka waktu lima tahun dengan tujuan untuk biaya sekolah anak.
Bagi hasil yang diharapkan sebesar 50% selama lima tahun, sehingga nilai uang yang dialokasikan akan cukup untuk kebutuhan yang direncanakan, termasuk memperhitungkan angka inflasi biaya pendidikan di masa datang.
Berdasarkan hasil diskusi dengan penasihat investasi di perusahaan sekuritas tempat investor membuka rekening, individu tersebut disarankan untuk mendistribusikan dana sebesar 70% pada instrumen saham, 20% pada surat utang negara dan obligasi korporasi, selebihnya 10% ditempatkan di deposito.
Jika investor tersebut menempatkan senilai Rp100 juta di awal tahun, sebesar Rp70 juta akan dialokasikan untuk saham, kemudian sebesar Rp20 juta dialokasikan pada obligasi, dan selebihnya sebesar Rp10 juta ditempatkan pada rekening deposito bank.






















