Event Rang Solok Baralek Gadang Masuk KEN 2022 Kemenparekraf

Menpa

Dari 168 iven tersebut, Sumbar berhasil memasukkan 6 iven yang diseleksi kembali untuk diakui terdaftar dalam 110 iven dari seluruh Provinsi di Indonesia pada KEN 2022 ini.

“Tahun 2021 lalu hanya 2 Event Sumbar yang diakui masuk ke event nasional, yaitu Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival dan Festival Pesona Minangkabau,” kata Luhur.

“Alhamdulillah tahun ini bertambah menjadi 3 event dengan masuknya event Rang Solok Baralek Gadang dari Kota Solok,” sambungnya

Pada 2022 ini, kategori event yang masuk KEN seni budaya, musik, kuliner, karnaval dan iven Ekraf lainnya.

Menurut KEN Kemenparekraf, syarat dan ketentuan ketat untuk bisa diakui dalam KEN adalah sudah diselenggarakan minimal 3 kali dan event berkelanjutan serta merupakan daya tarik bagi wisatawan.

Selanjutnya, merupakan event unggulan yang sudah dikurasi dan diusulkan oleh provinsi dengan mengutamakan pemberdayaan potensi lokal. Memberikan dampak positif terhadap ekonomi, Sosbud dan lingkungan, dan terakhir memiliki skema protokol CHSE serta diutamakan melibatkan UMKM dan masyarakat sekitar.

Pada sambutannya, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan bahwa KEN adalah salah satu upaya pemerintah dalam mendorong kebangkitan ekonomi kreatif di Indonesia. Adanya event parekraf ini diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian nasional yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

“Kharisma Event Nusantara 2022 kami harapkan juga dapat menjadi motor penggerak bagi para pelaku industri di sektor event untuk dapat terus berkarya dan bangkit dari keterpurukan selama pandemi”, ujar Sandiaga Uno.

Menyikapi keberhasilan ini, Kadispar Sumbar yang akrab dipanggil Budi ini menyampaikan keyakinannya untuk KEN tahun 2023 mendatang.

“Kami yakin Sumbar bisa menambah lagi quota untuk diakui kedalam KEN 2023. Bagi 3 event lainnya yang sudah masuk kedalam 6 besar untuk seleksi tahap akhir yaitu Festival 5 Danau (Kabupaten Solok), Festival Saribu Rumah Gadang (Kabupaten Solok Selatan) dan Pesta Budaya Tabuik Piaman dan Expo 2022 (Kota Pariaman), namun belum beruntung, Kami harap untuk dapat menyempurnakan eventnya sesuai kriteria yang ditetapkan oleh Dewan Kurator Nasional Kemenparekraf,” tutur Budi.

“Dan bagi 3 event yang telah diakui, tentu kami berharap bisa mempertahankan prestasi yang sangat membanggakan ini. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf khususnya kepada Dewan Kurator, baik di tingkat kementerian maupun provinsi atas bimbingannya, serta kepada kabupaten dan kota atas kerja keras dan semangat untuk meningkatkan kualitas event,” pungkas Budi.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Yogi Subroto