“Bisa kita lihat, sampah bertebaran dimana-mana. Mulai dari pinggir hingga ke tengah. Ini tentunya perlu penataan yang konkret. Salah satunya tentunya menata pariwisata. Bahkan jika pariwisatanya bersih otomatis danau ini bisa kita jaga,” kata Epyardi, dikutip dari hantaran.
Kafe Jetsky di atas laut itu jadi perbandingan Epyardi dengan pembangunan fasilitas wisata di atas lahan bekas reklamasi di samping Dermaga Singkarak.
Epyardi menyebut, ia dan Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah melihat langsung bagaimana berdirinya kafe di atas laut tersebut.
“Di lokasi itu bukan lagi di tepi pantai atau danau tetapi di atas laut (terapung). Hal ini menjadi perbandingan untuk memajukan pariwisata di Sumbar khususnya di Kabupaten Solok,” kata Epyardi.
Bahkan, Epyardi menyebut rencananya itu sudah sesuai dengan perintah Presiden Jokowi agar dapat menarik investor, lalu mengawalnya hingga menetas.
Epyardi mengajak investor untuk berinvestasi ke Kabupaten Solok. Semangat Epyardi itu karena adanya instruksi Jokowi meminta agar Polri mengawal investasi di daerah. Jangan sampai ada yang menggangu.
Bujang Latif Klaim Proyek Dermaga Singkarak Tak Langgar Aturan




















