Pada sesi pre closing, terdapat fitur tambahan yaitu Random Closing, dimana waktu penutupan pada hari perdagangan Bursa akan dilakukan secara acak.
Novi menjelaskan, tujuan penambahan fitur IEP, IEV dan Random Closing, untuk optimalisasi pembentukan harga saham yang lebih wajar pada sesi pre-opening dan sesi pre-closing, sesuai kondisi pasar.
Kemudian, meredam terjadinya manipulasi pergerakan harga saham yang tajam pada saat sesi pembukaan dan sesi penutupan.
Selanjutnya, nenyempurnakan transparansi pembentukan harga pembukaan dan penutupan kepada pelaku pasar.
Meningkatkan likuiditas transaksi pada sesi pembukaan dan penutupan.
Kemudian, merupakan benchmarking dan best practice di bursa lain.
“Penambahan fitur Market Order disediakan untuk memudahkan Investor dalam menyampaikan pesanan pada harga pasar,” kata Novi.
Ia mengatakan, Market Order merupakan tipe pesanan yang memungkinkan investor untuk menginput volume tanpa input harga (limit price), harga yang digunakan akan mengikuti harga pasar pada saat penyampaian pesanan.
“Tipe pesanan ini bermanfaat ketika pergerakan harga bergerak cepat sehingga dapat meningkatkan kesempatan investor untuk memperoleh efek yang diminati,” katanya.
Market Order ini juga dapat meningkatkan potensi terjadinya transaksi sehingga mendorong terciptanya peningkatan likuiditas pasar.






















