Sedangkan untuk Wujudkan Kota Maju, harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.
Untuk Kota Solok sendiri telah dilakukan revitalisasi Lapangan Merdeka, dan pembenahan sungai batang lembang yang mana sebelumnya belum terkelola dan tertata dengan baik.
“Sedangkan untuk sekarang kiri kanan sungai batang lembang tersebut telah bisa dilewati, pembangunan Stadion Olahraga, “Tentunya ini tak terlepas dari bantuan pemerintah pusat,” katanya.
Zul Elfian juga menjelaskan di Kota Solok juga sudah mulai dilakukan penggerakkan ekonomi-ekonomi kreatif.
“Kami sangat mendukung masyarakat yang ingin berusaha, dengan membantu modal usaha atau membantu masalah produksi bahkan pemasarannya, insyaallah kami akan fasilitasi masyarakat yang ingin bangkit kembali, alhamdulillah dampaknya juga positif untuk Kota Solok yang mana sebelumnya Kota Solok belum memiliki batik atau songket sekarang sudah ada batik dan songket khas solok,” imbuhnya.
“Sedangkan untuk promosi sendiri kita juga gencar untuk mengajak ASN dan masyarakat untuk memakai prroduk khas Kota Solok dan juga kepada pimpinan OPD yang dinas luar daerah kita minta untuk membawa cindera mata khas daerah kita, menariknya sekarang wakil wali kota solok sedang mepromosikan produk-produk UMKM kita di Belanda dan Serbia” tambah wako.
Demi Wujudkan masyarakat yang sejahtera, Kota Solok juga telah lakukan program Solok Cerdas dimana wajib belajar 12 tahun,”tidak ada di Kota Solok anak usia sekolah yang tidak bersekolah,” tuturnya.
selain itu, dari segi kesehatan, kami telah melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Daerah yang insyaallah pada tahun 2022 akan selesai pembangunannya dan pada tahun 2023 dapat di operasionalkan. “kami juga ada layanan PSC 119, bagi masyarakat yang butuh bantuan medis, insyaallah ambulance dan petugasnya siap 24 jam membantu” ungkap wako. Disisi lain, Wako akui tantangan terberat dalam pembangunan daerah adalah keterbatasan dana. (Niko)























