Mengenal 6 Istri Raden Wijaya, Raja Pertama Majapahit

Ilustrasi perempuan-perempuan Majapahit. (Foto Ilustrasi)
Ilustrasi lukisan Raden Wijaya. (Gambar: Wikipedia)

Kidung Panji Wijayakrama mencatat, 10 hari setelah mengusir pasukan Tartar (Mongol), Mahisa Anabrang yang memimpin ekspedisi ke Melayu tahun 1275, pulang membawa 2 putri bernama Dyah Dara Petak dan Dara Jingga.

Keduanya kemudian dinikahi oleh Raden Wijaya.

Dalam Prasasti Kertarajasa yang bertiti mangsa 1305 Masehi, Tribwana disebut sebagai ibu Jayanegara.

Nagarakretagama menyebut Dyah Indreswari beranak Jayanagara yang kemudian menggantikan Kertarajasa pada 1309 (Muljana, 2006: 132).

Dari sumber diatas, dapat ditafsirkan nama Kalagamet atau Jayanagara adalah tokoh yang sama. Begitu juga Dyah Indeswari adalah nama Jawa untuk Dara Petak setiba berada di Majapahit.

Perpaduan kisah yang termaktub dalam Pararaton dan Prasasti Kertarajasa, para pakar sejarah menyimpulkan, Jayanegara sebenarnya anak Dara Petak yang dijadikan anak angkat oleh Tribwana.

Karena itu Jayanegara menjadi Putra Mahkota Majapahit dan menjadi Raja Majapahit kedua yang bertahta pada 1309-1328.

Soal kematian Tribwana, Negarakertagama hanya mencatat Tribwana wafat dan dicandikan di Rimbi, sebelah barat Ibukota Majapahit pertama di Mojokerto, sebagai Parwati.