3 Atlet Gulat yang Raih Medali di PON Papua Kecewa, Bupati Solok Dinilai Tak Peduli

Ketiga atlet itu adalah Heru Fernandes, Gilang Ilhaza Fernandes dan Delfita yang berhasil meraih medali perak di 3 kelas berbeda.

Selebihnya, lanjutnya, sumbangan para donatur diterima melalui transfer rekening dan penerimaan langsung melalui sejumlah relawan di Kabupaten Solok.

Mevrizal mengatakan KONI mengirimkan 3 pelatih dan 15 atlet atau 18 orang asal Kabupaten Solok untuk mewakili Sumatera Barat di PON XX Papua.

“Sebanyak 15 atlet itu, terdiri atas angkat berat 2 orang, atletik 1 orang, catur 1 orang, karate 3 orang, gulat 3 orang, kempo 2 orang, taekwondo 2 orang, dan cricket 2 orang,” terangnya.

Mevrizal mengaku tidak ada dana dialokasikan Pemkab Solok untuk keikutsertaan para atlet dan pelatih ke PON XX di Papua.

Bahkan, ia mengatakan hingga saat ini KONI Kabupaten Solok mengalami kekosongan kas.

“Hal itulah yang mengetuk hati sejumlah masyarakat di Kabupaten Solok untuk membentuk relawan dan mengumpulkan dana untuk para atlet,” ucap Mevrizal.

Semenjak pergantian kepala daerah, kata Mevrizal, hibah untuk KONI Kabupaten Solok pada 2021 ini, justru di-nol-kan.

“Mungkin karena visi misi beliau tidak ada di bidang olahraga, dan olahraga dipandang tidak penting, sehingga anggaran ‘dinolkan’ untuk KONI,” ujar Mevrizal.

Padahal, lanjut Mevrizal, kepemimpinan Bupati yang lama sudah menganggarkan hibah KONI Rp6,5 miliar di anggaran daerah 2021. Bahkan, KONI Kabupaten Solok telah menganggarkan untuk masing-masing atlet yang mengikuti PON XX di Papua Rp10 juta.

“Namun, kenyataannya sampai sekarang dana hibah untuk KONI Kabupaten Solok masih dinolkan,” kata Mevrizal.

Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril