3 Atlet Gulat yang Raih Medali di PON Papua Kecewa, Bupati Solok Dinilai Tak Peduli

Ketiga atlet itu adalah Heru Fernandes, Gilang Ilhaza Fernandes dan Delfita yang berhasil meraih medali perak di 3 kelas berbeda.

Senada, Heru Fernandes yang lahir dan tumbuh besar di Kabupaten Solok itu merasakan kekecewaan lantaran tidak adanya perhatian dari Bupati ke para atlet.

Padahal, dirinya 5 tahun terakhir memberikan medali emas Porprov Sumbar untuk Kabupaten Solok secara berurutan dari 2010 hingga 2018.

Dirinya diberi pekerjaan dari jalur prestasi namun setelah 2 tahun bekerja dibuang begitu saja dengan diberhentikan bersama ribuan tenaga kontrak lainnya melalui kebijakan bupati.

“Kita atlet Solok yang mewakili Sumbar di PON. Tak wajar kami diperlakukan demikian karena kami berprestasi apalagi warga yang beriur untuk kami,” kata Heru.

Ia mengucapkan terima kasih kepada warga Solok yang telah memberikan iuran kepada para atlet dan ini bentuk loyalitas yang diperlihatkan kepada semua orang.

“Kita bangga kepada warga Solok tapi bukan kepada bupatinya,” ungkap Heru.

Bsgi Heru, keberhasilan mendapatkan medali perak itu dipersembahkan kepada istri, orang tua dan kakaknya serta warga Kabupaten Solok yang mendukung secara moral dan materil untuk berjuang di PON Papua.

Sedangkan, Gilang Ilhaza mengucapkan maaf karena hanya medali perak yang baru diberikan kepada masyarakat Sumbar khususnya Kabupaten Solok.

“Ini baru kemampuan kami karena adanya keterbatasan yang dimilikinya sehingga hanya meraih medali perak di pertandingan kali ini,” kata Gilang.

Ia mengatakan rasa sakit di bahu dan jarinya ditahankan di setiap laga untuk memberikan yang terbaik untuk Sumbar dan alhamdulillah cedera yang dirasakannya dapat membantu dirinya maju ke final meski akhirnya kalah.