Seperti diketahui, tidak semua siswa tidak mampu memperoleh GNOTA, dengan berbagai alasan.
Kepala sekolah SMAN 1 Puncu Supriswanto mengatakan dana dari GNOTA persiswa mendapat Rp 1.500.000. Sedangkan Rp 1 juta di gunakan untuk membayar dana insidental dan Rp 500 ribu untuk membeli keperluan sekolah, sepatu, tas dan lainnya, saat dikonfirmasi dikantornya, Selasa (10/12/2019).
Supriswanto menyebut dana insidental SMAN 1 Puncu di pergunakan untuk pengadaan Sapras (sarana dan prasarana) dan membayar GTT( guru tidak tetap).
“Kita punya 5 guru GTT, kita gunakan insidental juga untuk gaji GTT, selain itu untuk sapras, semua kita lakukan sesuai prosedur” kata mantan Kepsek SMAN 2 pare ini yang menjabat selama 14 tahun.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur perwakilan kota Kediri dan Kabupaten Kediri Sumiarso mengatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut.
” Terima kasih informasinya, saya akan klarifikasi dan tindaklanjuti,” kata Sumiarso melalui pesan singkatnya. (Cahyo)






















