Kendati begitu, Nurhandono menyebut angka lakalantas tahun ini mengalami penurunan sekitar 3%, dibandingkan periode yang sama dengan tahun lalu.
Untuk jumlah korban meninggal dunia, Nurhandono mengakui mengalami peningkatan, meskipun tak terlalu signifikan.
“Untuk korban meninggal tahun ini meningkat satu sampai dua persen. Kita akan evaluasi lagi tanggal 10 Juni ini atau setelah operasi ketupat ditutup,” ungkapnya.
Selain itu, Nurhandono juga menjelaskan mayoritas pengendara yang mengalami meninggal dunia akibat lakalantas adalah warga Sumbar.
Meski begitu, korban tewas akibat lakalantas tidak semua yang melaksanakan mudik Lebaran.
“Korban ada yang kebetulan mengalami kecelakaan saat operasi ketupat, tapi tidak semua dalam mudik lebaran. Kebetulan saja kecelakaan ketika musim mudik lebaran ini, ada warga luar (Sumbar) juga,” tandasnya.
Editor: Erwin Syahril






















