Berita, PLN  

Ada Perbaikan Sumur Gas Conoco, Listrik di Batam Padam Bergilir Mulai 23 Februari-1 Maret 2019

Area sumur gas milik PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL). (Foto: Ist)

Baca: Waspadai Penipu yang Atasnamakan Petugas PLN Batam, Modusnya Jual Aksesoris Kwh Meter

Samsul mengungkap akibat perbaikan, konsumsi gas PLN Batam yang setiap harinya 41,42 BBTUD dari jalur tersebut, mengakibatkan berkurangnya pasokan gas ke PT PLN Batam menjadi sekitar 14 BBTUD.

Dengan begitu, menyebabkan juga berkurangnya daya mampu pembangkit PLN Batam. Karena total Pembangkit gas PLN Batam dan IPP yang disuplai oleh PGN sebesar 288 MW dengan jumlah gas yang dibutuhkan sebesar 41,42 BBTUD.

Menurutnya perbaikan yang dilakukan penyedia gas untuk meningkatkan keandalan suplai gas di Batam, maka PLN Batam turut mendukung program perbaikan itu.

“Daripada suatu saat listrik shut down total, akan sangat berbahaya terhadap pelanggan listrik di Batam, apalagi jelang kontestasi politik baik Pemilu maupun Pilpres. Tentunya suplai listrik harus kondusif dan PGN mempersiapkan infrastrukturnya menjelang momen pemilu tiba,” katanya.

Samsul memapar, bright PLN Batam sendiri membutuhkan energi gas untuk bahan bakar sebagian besar pembangkit listrik tenaga gas seperti PLTG, PLTMG Panaran dan PLTG, PLTGU Tanjung Uncang.

“Dari total daya, pembangkit kami baik dari gas, batu bara, diesel, 70% penggunaannya berbahan bakar gas dari total bahan bakar pembangkit kami,” katanya.

Dikatakan lagi, dengan berkurangnya pasokan gas ke Batam, PLN Batam akan mengurangi operasional pembangkit-pembangkit berbahan gas yang mengakibatkan defisit daya, setidaknya 140 MegaWatt (MW).

Samsul menyebut pihaknya akan mengoptimalkan sejumlah pembangkit lain yang tidak berbahan bakar gas.