Timnas futsal Indonesia menutup fase Grup A Copa das Nacoes de Futsal 2026 dengan hasil pahit setelah kalah 0-2 dari Tanjung Verde di Max Rosenmann Arena, Sao Jose dos Pinhais, Brasil, Sabtu (17/10) pagi WIB. Pelatih Hector Souto mengaku sangat kecewa karena dua gol lawan lahir pada babak pertama melalui Wilson Cabral dan Fred Alexandre. Hasil ini membuat Indonesia finis di posisi juru kunci grup dan harus melanjutkan turnamen lewat laga perebutan peringkat kelima melawan Peru pada Minggu (18/10).
Souto menilai kekalahan tersebut bukan sekadar soal skor, melainkan cara timnya memulai pertandingan. Dalam pandangannya, 10 menit awal menjadi titik krusial yang membuat Indonesia kebobolan cepat dan kehilangan kendali atas situasi. Ia menyebut tim sebenarnya sempat tampil cukup rapi dalam penguasaan bola setelah itu, tetapi tidak cukup tajam untuk mengubah peluang menjadi gol.
Melalui akun Instagram pribadinya, @souto.h, sang pelatih menyampaikan bahwa kekalahan ini terasa paling berat sejak ia menangani tim nasional futsal Indonesia dua tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa hasil negatif dalam pertandingan memang bisa terjadi, tetapi tidak dengan pola permainan yang menurutnya terlalu mudah memberi kesempatan kepada lawan pada awal laga.
“Tanpa alasan. Salah satu kekalahan paling mengecewakan dalam 2 tahun saya memimpin timnas Indonesia,” tulis Souto, Sabtu (17/10). Dalam pernyataan lanjutannya, ia menyoroti pentingnya disiplin sejak menit pertama dan menilai tim tidak boleh begitu saja membiarkan lawan unggul cepat, apa pun level turnamennya. Meski demikian, ia tetap melihat ada sisi positif dari sisa pertandingan yang menurutnya bisa dijadikan bahan evaluasi.
Hasil ini juga tergolong mengejutkan jika melihat perbedaan peringkat FIFA kedua tim. Indonesia saat ini berada di urutan ke-14 dunia, sedangkan Tanjung Verde menempati posisi ke-133. Secara hitung-hitungan, skuad Garuda mestinya punya peluang lebih besar untuk menang, namun di lapangan justru sebaliknya. Kekalahan dari tim asal Afrika itu memperlihatkan bahwa peringkat tinggi tidak otomatis menjamin hasil sesuai dugaan.
Souto pun mengingatkan pendukung agar tidak memandang remeh lawan hanya karena posisi di tabel ranking. Ia menilai pengalaman ini menunjukkan masih ada jarak yang harus ditutup oleh Indonesia untuk bisa lebih konsisten di level internasional. Dengan dua kekalahan beruntun di grup, setelah sebelumnya takluk 0-3 dari Brasil, Indonesia kini bersiap menghadapi Peru pada laga penentuan peringkat kelima turnamen.






















