Brunei Resmi Gantikan Bahrain di Piala Raja 2026 Setelah Enam Negara Menolak

Panbil Mall

Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) akhirnya menetapkan Timnas Brunei Darussalam sebagai pengganti Bahrain di Piala Raja 2026. Keputusan itu diambil setelah Bahrain mundur dari turnamen yang akan digelar pada jeda internasional FIFA Matchday November di Sisaket, Thailand, dan enam calon lain yang sempat didekati juga menolak tampil.

Semula, ajang tersebut dirancang diikuti Thailand, Oman, Tajikistan, dan Bahrain. Namun Bahrain memilih tidak datang ke Thailand dan mengalihkan agenda ke pertandingan persahabatan di China. Federasi sepak bola Bahrain pun telah menyampaikan surat permintaan maaf kepada FAT karena tidak bisa ambil bagian dalam turnamen tahunan itu.

Situasi itu memaksa panitia mencari satu peserta baru agar format kompetisi tetap berjalan. Tak lama setelah Bahrain mengundurkan diri, FAT mengumumkan Brunei sebagai tim yang masuk untuk mengisi slot kosong tersebut. Langkah ini langsung memunculkan perdebatan di kalangan pencinta sepak bola Thailand, karena sebagian menilai kualitas Brunei belum sepadan untuk tampil di turnamen yang selama ini dianggap bergengsi.

Brunei sendiri kini berada di posisi 196 dunia dan baru-baru ini juga tidak mampu menembus fase kualifikasi ASEAN Championship 2026. Karena itu, muncul pertanyaan mengapa FAT tidak memilih negara lain yang peringkatnya lebih tinggi atau setidaknya lebih dekat dengan level Bahrain. Menurut laporan Thairath yang dikutip SuperBall.id, Brunei sebenarnya hanyalah opsi terakhir dari daftar panjang kandidat pengganti.

FAT disebut sempat menghubungi tujuh negara untuk menutup kekosongan peserta. Selain Brunei, ada Venezuela yang menempati peringkat 49 dunia, Lebanon di posisi 112, Suriname 128, Filipina 136, Myanmar 159, dan Djibouti 195. Namun satu per satu negara tersebut menolak dengan alasan berbeda. Venezuela tidak bisa hadir karena kondisi tertentu serta waktu persiapan yang dinilai tidak cukup, sedangkan Lebanon menolak karena tenggat terlalu singkat dan kemungkinan akan memakai periode itu untuk latihan di negara sendiri.

Myanmar juga tak dapat memenuhi undangan karena dokumen perjalanan belum selesai tepat waktu. Filipina pun tidak memungkinkan ikut serta lantaran sebagian besar pemainnya berkarier di Eropa sehingga sulit dikumpulkan. Dari tiga kandidat yang masih tersisa, yakni Suriname, Djibouti, dan Brunei, dua negara pertama terkendala urusan visa yang diperkirakan butuh waktu lebih dari sebulan. Akhirnya, Brunei menjadi satu-satunya pilihan yang masih bisa dipastikan hadir.

FAT dijadwalkan menggelar pengundian sekaligus konferensi pers resmi Piala Raja 2026 pada 19 Oktober. Turnamen akan dimulai dengan laga semifinal pada 14 November, lalu final dimainkan tiga hari setelahnya. Edisi sebelumnya dimenangi Irak usai menundukkan Thailand 1-0. Bagi Thailand, Piala Raja 2026 juga menjadi ajang pemanasan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi, ketika mereka sudah lebih dulu tergabung di Grup F bersama Jepang dan Qatar, dua calon lawan Timnas Indonesia di turnamen tersebut.