Ultras AS Roma Sambut Mourinho dengan Penghormatan Meski Timnya Tumbang Dramatis

Panbil Mall

AS Roma menunjukkan penghormatan khusus saat Jose Mourinho kembali ke Stadion Olimpico pada Kamis (15/10/2026) dini hari, meski kedatangannya kali ini sebagai pelatih Real Madrid. Dalam laga matchday kedua Liga Champions itu, suporter tuan rumah membentangkan pesan yang menegaskan bahwa jasa Mourinho tetap dikenang, walau di sisi lain Roma akhirnya menelan kekalahan menyakitkan dengan skor 3-4.

Momen emosional tersebut hadir di tengah pertandingan yang sempat berjalan sangat menjanjikan bagi Roma. Tim ibu kota Italia itu lebih dulu membuka keunggulan melalui Martin De Roon pada menit ke-25. Sepakan keras dari luar kotak penalti yang ia lepaskan tak mampu dijangkau Thibaut Courtois. Keunggulan itu hanya bertahan singkat karena Kylian Mbappe membalas lima menit kemudian dan membuat keadaan kembali seimbang.

Roma lalu kembali mengambil kendali permainan setelah turun minum. Donyel Mallen mencetak dua gol beruntun pada menit ke-51 dan 58, membuat tuan rumah memimpin 3-1 dan berada di ambang kemenangan. Dengan selisih dua gol di depan pendukung sendiri, Roma tampak berada dalam posisi aman untuk mengamankan poin penuh atas salah satu tim tersukses di Liga Champions.

Namun, situasi berubah drastis pada fase akhir pertandingan. Kelengahan barisan belakang Roma, terutama ketika menghadapi situasi bola mati, dimanfaatkan Real Madrid untuk bangkit. Carlos Espi memperkecil ketertinggalan pada menit ke-83, disusul gol Endrick dua menit kemudian. Puncaknya, Antonio Rudiger memastikan comeback tim tamu lewat gol pada menit ke-90 yang membalikkan keadaan menjadi 4-3.

Di luar hasil akhir yang pahit bagi Roma, perhatian publik juga tertuju pada sambutan hangat untuk Mourinho. Spanduk yang dibentangkan kelompok ultras memuat pesan bahwa siapa pun yang membawa kejayaan bagi Roma akan selalu dihormati oleh klub dan pendukungnya. Mereka juga menegaskan penghargaan atas kontribusi sang pelatih asal Portugal itu, yang pernah mengakhiri puasa gelar klub.

Mourinho memimpin Roma selama hampir 2,5 tahun, sejak Juli 2021 hingga Januari 2024. Dalam periode itu, ia mencatat 138 pertandingan dengan rata-rata 1,70 poin per laga, disertai 68 kemenangan, 30 seri, dan 40 kekalahan. Pencapaian paling menonjol datang pada musim debutnya ketika ia mempersembahkan trofi Liga Konferensi Eropa, gelar kontinental pertama Roma pada edisi perdana turnamen tersebut. Pada musim penuh keduanya, ia juga membawa Roma ke final Liga Europa, meski kalah dari Sevilla dalam laga yang memunculkan banyak perdebatan.

Kekalahan dari Real Madrid membuat Roma gagal meraih kemenangan perdana di Liga Champions musim ini. Mereka kini berada di peringkat ke-25 dari 36 peserta dengan koleksi satu poin dari dua laga. Sebaliknya, Real Madrid mengawali fase liga dengan sempurna dan mempertahankan start positif lewat dua kemenangan beruntun.