Scholes Ingin Medali Jika City Kehilangan Gelar 2011/2012, Rooney Tak Sepakat

Panbil Mall

Paul Scholes dan Wayne Rooney kembali menjadi sorotan setelah sama-sama menanggapi kemungkinan Manchester City dicabut gelar Premier League musim 2011/2012. Dalam perdebatan yang muncul di tengah proses dugaan pelanggaran aturan finansial City, Scholes justru menyatakan dirinya akan menerima medali juara jika titel itu dialihkan, sementara Rooney menilai skenario tersebut tidak nyaman bagi Manchester United.

Perbedaan sikap dua mantan pemain andalan United itu mencuat saat isu sanksi terhadap Manchester City kembali dibahas publik. Kasus ini berkaitan dengan dugaan pelanggaran regulasi keuangan di Premier League, dan potensi dampaknya bukan hanya pada posisi City, tetapi juga pada klub lain yang finis di bawah mereka pada musim tersebut. Nama-nama eks pemain United seperti Rio Ferdinand dan David de Gea juga ikut terseret dalam diskusi yang berkembang di media sosial dan ruang publik.

Scholes menyampaikan pandangannya secara terbuka dan menegaskan bahwa ia tidak menolak kemungkinan menerima medali juara bila City benar-benar kehilangan gelar yang mereka menangkan pada musim 2011/2012. Sikap itu berbeda dari sejumlah mantan rekannya yang mendukung pencabutan gelar, tetapi tidak ingin trofi tersebut diberikan kepada United secara retrospektif. Bagi Scholes, jika hasil akhir kompetisi berubah melalui keputusan resmi, maka medali yang seharusnya didapat tim peringkat di bawahnya layak diterima.

Pernyataan Scholes disampaikan lewat Instagram Story, setelah ia menanggapi komentar para mantan rekan setimnya. Dalam unggahan itu, ia menyoroti adanya dukungan terhadap pencabutan gelar Manchester City, namun sebagian pihak enggan menerima konsekuensi berupa penyerahan titel kepada Manchester United. Dari situ, perbedaan sudut pandang antara Scholes dan Rooney semakin terlihat jelas: satu pihak menganggap medali itu pantas diterima, sementara pihak lain merasa ada ganjalan moral jika gelar dipindahkan belakangan.

Polemik ini tidak bisa dilepaskan dari rivalitas panjang Manchester United dan Manchester City di sepak bola Inggris. Musim 2011/2012 sendiri dikenal sebagai salah satu momen paling dramatis dalam sejarah Premier League, ketika City merebut gelar lewat selisih tipis. Karena itu, jika ada perubahan status juara akibat keputusan administratif, dampaknya akan sangat besar bagi catatan sejarah kompetisi, para pemain, dan publik sepak bola Inggris.

Meski belum ada keputusan akhir terkait status gelar tersebut, pernyataan Scholes dan Rooney menunjukkan bahwa isu ini tidak sekadar menyangkut angka di klasemen. Bagi para mantan pemain, pertanyaannya juga menyentuh soal prinsip, rasa pantas, dan bagaimana sejarah seharusnya dicatat jika sebuah klub terbukti melanggar aturan. Hingga kini, perdebatan itu masih terus memantik perhatian karena menyangkut nama besar Manchester City dan Manchester United sekaligus.