Michael Carrick memilih tidak tergesa-gesa menanggapi kritik terbuka Lisandro Martinez terhadap jajaran pengelola Manchester United usai kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions. Pelatih berusia 45 tahun itu mengatakan belum melihat langsung wawancara sang bek, sehingga ia belum ingin mengambil kesimpulan atau menentukan langkah apa pun terkait komentar tersebut.
Pernyataan Martinez sebelumnya muncul dalam wawancara dengan Amazon Prime seusai laga. Bek asal Argentina itu menyoroti direktur sepak bola Jason Wilcox dan manajemen klub, dengan penilaian bahwa United seharusnya berbelanja lebih agresif pada bursa transfer musim panas agar memiliki skuad yang lebih kompetitif di level tertinggi. Dalam komentar yang sama, Martinez juga menegaskan bahwa tanggung jawab tidak semestinya diarahkan hanya kepada Carrick.
Meski kritik itu cukup tajam, Carrick tidak langsung bereaksi. Ia menegaskan bahwa dirinya perlu memahami isi pembicaraan tersebut secara utuh sebelum merespons. Menurut dia, konteks emosional setelah pertandingan juga penting diperhitungkan, sehingga pembahasan soal wawancara itu belum tepat dilakukan sesaat setelah peluit akhir berbunyi.
“Saya perlu mencari tahu lebih banyak tentang hal itu sebelum saya dapat mengatakan apakah dan apa yang akan dilakukan. Saya benar-benar tidak dapat berkomentar lebih lanjut karena saya belum melihatnya,” ujar Carrick. Ia menambahkan bahwa dirinya hanya mendengar kabar mengenai wawancara itu, tetapi belum menyimaknya secara langsung. Karena itu, ia menolak berspekulasi soal apakah akan berbicara dengan Martinez dalam waktu dekat.
Di tengah polemik tersebut, Carrick mengalihkan perhatian ke agenda tim berikutnya. Ia menyebut United harus segera melupakan kekecewaan di Madrid karena ada laga besar pada hari Minggu yang menuntut fokus penuh. Ia juga mengakui suasana ruang ganti sedang tidak baik-baik saja setelah hasil yang belum memuaskan, namun menegaskan bahwa para pemain tetap punya semangat untuk membalikkan keadaan.
“Saya tidak meragukan kekompakan atau keinginan untuk menang atau kemauan untuk melakukan hal-hal demi kemenangan. Saya benar-benar tidak meragukan itu,” katanya. Ia juga menggambarkan bahwa para pemain sangat terpukul karena gagal membawa pulang hasil positif, padahal menurutnya mereka memiliki peluang untuk setidaknya mendapatkan sesuatu dari pertandingan tersebut.
Kritik Martinez sendiri lahir dari awal musim United yang jauh dari kata ideal. Dari sembilan pertandingan di semua ajang, klub itu baru meraih dua kemenangan. Pada musim panas, Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada disebut menggelontorkan £155 juta untuk mendatangkan sejumlah pemain tim utama, termasuk kiper Karl Darlow, serta gelandang Andrey Santos, Carlos Baleba, dan Youri Tielemans. Namun, bagi Martinez, belanja itu belum cukup untuk membangun skuad yang benar-benar siap bersaing di Liga Champions dan mengulang pencapaian musim sebelumnya.






















