Aksi Solidaritas TV AS Usai Gedung Putih Coret CNN: Kompak Mogok Liput Trump

CNN Didepak Gedung Putih
Donald Trump berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Minggu (13/9/2026). (Foto: Anna Moneymaker)

Patrolmedia, Washington – Langkah Gedung Putih mencoret CNN yang meliput Presiden Donald Trump, malah memicu perlawanan bersama dari media massa di Amerika Serikat.

Keempat jaringan stasiun TV utama AS secara kompak menolak menggantikan posisi CNN yang didepak sepihak pada Kamis lalu.

Dilansir The Guardian, Jumat (2/10/2026), aksi boikot dan bentuk solidaritas antar-media ini berimbas fatal.

Tak satu pun laporan utama bersama dari seluruh TV nasional saat Trump berkunjung ke Texas dan Oklahoma.

Gedung Putih sebelumnya mendadak memindahkan posisi CNN ke saluran TV konservatif, Real America’s Voice, pada Rabu malam.

Padahal, nama CNN baru saja dimasukkan kembali ke daftar penugasan pada hari Minggu dan hakim distrik sudah membatalkan larangan liputan tersebut.

Tindakan ini menjadi pencabutan akses kedua dalam sepekan yang dinilai secara terang-terangan melanggar putusan hukum.

Pengacara gabungan media, Theodore J Boutrous, mengecam keras Gedung Putih lantaran dianggap terus membatasi pers yang melanggar konstitusi secara ugal-ugalan dan tidak konsisten.

Atas perselisihan ini, 3 media yang menjadi sasaran yakni CNN, MSNBC, dan Politico, resmi meminta hakim memperpanjang perlawanan hukum dan membekukan larangan Gedung Putih selama 14 hari ke depan.

Di sisi lain, pejabat Gedung Putih justru menuding balik stasiun TV berita berbuat berpura-pura dan tidak jujur.

Hakim distrik kini dijadwalkan segera menggelar sidang darurat untuk menentukan nasib izin liputan media hingga proses gugatan selesai.

 

(Ipl)