Persijap Jepara lepas kapten Wahyudi Hamisi, catatan impresif sang gelandang bertahan jadi kenangan

 

– Persijap Jepara dipastikan tidak akan diperkuat Wahyudi Hamisi pada kompetisi Super League 2026/2027. 

Gelandang bertahan yang juga menjabat sebagai kapten Laskar Kalinyamat itu resmi mengakhiri kebersamaannya dengan klub setelah menjalani satu musim yang penuh kontribusi.

Kepergian Hamisi menjadi salah satu perubahan penting dalam skuad Persijap jelang menghadapi musim baru. Selama Super League 2025/2026, pemain berusia matang itu tampil sebagai sosok sentral di lini tengah sekaligus pemimpin di ruang ganti.

Berdasarkan catatan sepanjang musim lalu, Wahyudi Hamisi tampil dalam 29 pertandingan dengan total 2.421 menit bermain. 

Selain menjaga keseimbangan permainan tim, ia juga menyumbangkan satu assist dan dipercaya mengenakan ban kapten.

Tidak hanya berperan di atas lapangan, Hamisi juga dikenal sebagai figur yang memberikan teladan bagi rekan-rekannya. 

Dedikasi, disiplin, serta profesionalisme yang ditunjukkannya membuat dirinya menjadi salah satu pemain yang dihormati di lingkungan Persijap.

Menutup perjalanannya bersama klub asal Jepara tersebut, Hamisi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen tim yang telah mendukungnya selama satu musim terakhir.

“Terima kasih kepada seluruh suporter, pelatih, dan manajemen Persijap atas dukungan yang luar biasa selama satu musim ini. Dukungan kalian selalu menjadi motivasi bagi saya. Terima kasih juga kepada Coach Mario Lemos yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Beliau adalah pelatih dengan karakter yang sangat baik. Semoga Persijap semakin kuat, semakin kompak, dan bisa menorehkan sejarah di sepak bola Indonesia,” ujar Wahyudi Hamisi.

Ucapan serupa juga datang dari Presiden Klub Persijap Jepara, M. Iqbal Hidayat. Ia memberikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan Hamisi selama membela Laskar Kalinyamat.

Menurut Iqbal, Hamisi merupakan sosok profesional yang mampu menunjukkan kepemimpinan baik di dalam maupun di luar lapangan. Kehadirannya dinilai membantu tim melewati berbagai tantangan sepanjang kompetisi.

“Wahyudi Hamisi telah memberikan contoh yang baik sebagai seorang profesional, baik di dalam maupun di luar lapangan. Kepemimpinannya membantu tim melewati berbagai tantangan sepanjang musim. Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang telah ia berikan. Kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan kariernya ke depan. Pintu silaturahmi akan selalu terbuka,” kata Iqbal.

Perpisahan ini menjadi bagian dari dinamika sepak bola profesional yang kerap menghadirkan perubahan di setiap akhir musim. 

Bagi Persijap, kepergian Hamisi menutup satu babak perjalanan sekaligus membuka kesempatan untuk membangun kekuatan baru menghadapi persaingan Super League 2026/2027.

Sementara itu, Wahyudi Hamisi kini bersiap menatap tantangan berikutnya dalam karier profesionalnya. Meski berpisah, kontribusi dan kepemimpinannya selama mengenakan seragam Persijap akan tetap menjadi bagian dari perjalanan Laskar Kalinyamat.