Bisnis  

Danone Indonesia bongkar strategi bisnis masa depan, bukan hanya profit tapi dampak nyata untuk Indonesia

JAKARTA – Paradigma bisnis global tengah bergeser. Keberhasilan perusahaan kini tidak lagi hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat, lingkungan, dan tata kelola perusahaan.

Pesan itu mengemuka dalam Site Visit Asia B Corp Summit 2026 yang diselenggarakan Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder (BMB) South East Asia di Jakarta. Forum internasional ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi global untuk mempercepat transformasi bisnis berkelanjutan di Indonesia.

Mengusung tema “From Purpose to Impact: Advancing B Corp for Indonesia’s Sustainable Future”, forum tersebut membawa pesan kuat bahwa sektor swasta harus menjadi motor utama pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan keuntungan sekaligus memberi manfaat sosial dan menjaga kelestarian lingkungan.

Bappenas: Dunia Usaha Menjadi Penentu Indonesia Emas 2045

Salah satu sorotan utama datang dari Head of National SDGs Secretariat sekaligus Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali.

Ia menegaskan bahwa pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tidak lagi menjadi tugas pemerintah semata.

Menurutnya, target pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJPN, RPJMN, Asta Cita hingga visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai apabila dunia usaha ikut menjadi bagian dari solusi.

“Keberhasilan SDGs tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program, tetapi bagaimana kita mengubah cara pembangunan bekerja melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, masyarakat sipil, dan media,” ujar Pungkas.

Ia menambahkan bahwa seluruh target SDGs harus saling memperkuat sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan aspek sosial maupun lingkungan.

Profesor Cambridge Sebut Gerakan B Corp Paling Berdampak di Dunia

Pandangan menarik juga disampaikan Prof. Christopher Marquis, profesor dari University of Cambridge.

Ia mengaku selama bertahun-tahun meneliti berbagai model bisnis global. Dari seluruh pendekatan yang pernah dipelajarinya, gerakan B Corp dinilai sebagai salah satu inovasi bisnis paling revolusioner.

Menurut Marquis, B Corp bukan hanya menyediakan sertifikasi, tetapi juga menghadirkan sistem pengukuran melalui B Impact Assessment yang memungkinkan perusahaan mengetahui sekaligus meningkatkan dampak sosial dan lingkungannya.

Lebih dari itu, perusahaan yang tergabung di dalamnya saling berbagi pengalaman sehingga perubahan dapat berlangsung jauh lebih cepat dibanding berjalan sendiri-sendiri.

Pendiri B Lab: Sertifikasi Hanya Awal, Bukan Tujuan

Sementara itu Board Member sekaligus Co-Founder B Lab, Bart Houlahan, mengingatkan bahwa banyak perusahaan masih salah memahami makna sertifikasi B Corp.

Menurutnya, sertifikasi bukanlah garis finis.

Justru setelah memperoleh sertifikasi, perusahaan dituntut terus memperbaiki praktik bisnisnya agar semakin bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Perubahan iklim, kesenjangan sosial, hingga tantangan ekonomi global tidak mungkin diselesaikan oleh satu perusahaan. Karena itu kolaborasi menjadi kunci,” jelasnya.

APINDO: Keberlanjutan Kini Menentukan Daya Saing Bisnis Indonesia

Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani mengatakan praktik bisnis berkelanjutan kini telah berubah menjadi kebutuhan strategis.

Perusahaan yang mampu menerapkan prinsip ESG dan keberlanjutan dinilai memiliki daya saing lebih tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil perlu terus diperkuat agar transformasi ekonomi hijau dapat berjalan lebih cepat.

Strategi Danone Indonesia Bangun Bisnis Berkelanjutan

Sebagai perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi B Corp sejak 2018, Danone Indonesia mengembangkan strategi keberlanjutan global melalui Danone Impact Journey.

Strategi tersebut bertumpu pada tiga pilar utama.

1. Health

Danone menghadirkan produk pangan dan minuman bernutrisi berbasis riset ilmiah.

Perusahaan juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai:

gizi seimbang,

hidrasi sehat,

pencegahan stunting,

1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK),

kampanye Isi Piringku.

2. Nature

Di bidang lingkungan, Danone menjalankan berbagai inisiatif seperti:

konservasi sumber daya air,

rehabilitasi hutan,

efisiensi energi,

pengurangan emisi karbon,

penguatan ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik.

Program tersebut juga mendorong peningkatan pengumpulan serta daur ulang sampah kemasan bersama pemerintah dan berbagai komunitas.

3. People & Communities

Pada aspek sosial, Danone Indonesia memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui:

AQUA Home Service,

pendampingan petani dengan praktik pertanian regeneratif,

pengembangan UMKM,

pemberdayaan bank sampah,

dukungan bagi pelaku daur ulang,

lingkungan kerja yang inklusif dan beragam.

Raih Skor B Impact 98,6, Jauh Melampaui Standar Dunia

Komitmen tersebut membawa Danone Indonesia mencatat B Impact Score sebesar 98,6, jauh di atas ambang minimal sertifikasi global yang ditetapkan sebesar 80 poin.

Nilai tersebut mencerminkan kinerja perusahaan dalam tata kelola, perlindungan lingkungan, kesejahteraan pekerja, hubungan dengan masyarakat, hingga nilai yang diberikan kepada konsumen.

Danone: Masa Depan Bisnis Harus Memberi Manfaat bagi Semua

CEO Danone Indonesia Laurent Boissier menegaskan bahwa menjadi perusahaan B Corp bukan sekadar memperoleh pengakuan internasional.

Menurutnya, setiap keputusan bisnis harus mampu memberikan manfaat yang seimbang bagi perusahaan, masyarakat, dan bumi.

“Bagi Danone Indonesia, menjadi B Corp berarti memastikan setiap keputusan bisnis memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga masyarakat dan lingkungan. Kami berharap semakin banyak perusahaan bergabung membangun masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan,” kata Laurent.

Melalui penyelenggaraan Asia B Corp Summit 2026, Danone Indonesia berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga transformasi menuju sistem ekonomi yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan dapat mempercepat pencapaian SDGs sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.***