Jalan Tengku Sulung Dilebarkan Pemko Batam, Nilai Proyeknya Rp14, 6 Miliar

Jalan Tengku Sulung Batam
Pemko Batam melebarkan jalan Tengku Sulung sepanjang 2,2 kilometer. Proyek ini memakan anggaran sebesar Rp 14,6 miliar. (Foto: RMNews/Fuat)

Patrolmedia, Batam – Pemko Batam mulai merealisasikan proyek pelebaran Jalan Tengku Sulung di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.

Proyek tersebut senilai Rp 14,6 miliar dan ditargetkan rampung pada triwulan IV tahun 2026.

Pelebaran ini untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Jalan Tengku Sulung ini akan menyasar ruas sepanjang 2,2 kilometer, mulai dari Simpang Cikitsu hingga Bundaran SMA Negeri 3 Batam.

Selama ini, jalur tersebut menjadi salah satu titik paling padat di Batam, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

Pekerjaan fisik ini digarap PT Medani Tractorindo Perkasa selaku kontraktor pelaksana, dengan pengawasan dari PT Ganesha Pratama Consultant.

Sesuai kontrak yang diteken April lalu, proyek ini punya masa pengerjaan selama 210 hari kalender atau sekitar 7 bulan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan penataan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Kami berharap pembangunan jalan ini benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dalam mengurangi kemacetan maupun mendukung aktivitas ekonomi warga,” kata Rudi dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Rudi, kawasan Batam Kota terus mengalami pertumbuhan yang pesat.

Karenamya, kapasitas jalan yang ada saat ini perlu ditingkatkan agar mobilitas warga, baik untuk sekolah maupun bekerja, tetap lancar dan efisien.

Secara geografis, Jalan Tengku Sulung dinilai sangat strategis karena membelah kawasan padat penduduk, pusat pendidikan, dan sentra ekonomi lokal.

Selama ini, keterbatasan lebar jalan kerap memicu antrean panjang kendaraan pada jam-jam sibuk.

Selama masa konstruksi berjalan, Pemko Batam mengimbau para pengguna jalan untuk mengantisipasi potensi kepadatan di sekitar lokasi proyek.

Warga disarankan mengatur waktu perjalanan atau memanfaatkan jalur alternatif.

Rencana ini pun mendapat respons positif dari masyarakat sekitar, termasuk warga Kelurahan Belian dan Baloi Permai.

Warga berharap proyek ini kelar tepat waktu dan pihak kontraktor tetap memperhatikan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan selama proses pengerjaan.

 

Editor: Erwin Syahril