Patrolmedia Batam – Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Kepri menyatakan kesiapannya mendukung tugas Polda Kepri.
Ribuan personel Banser yang tersebar di seluruh Kepri disiagakan sebagai kekuatan cadangan untuk menjaga keamanan.
Komitmen ini disampaikan saat jajaran pengurus GP Ansor dan Banser Kepri beraudiensi dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin di Batam, Selasa (5/5/2026).
“Banser memiliki ribuan personel yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Kepri. Kami memiliki berbagai satuan khusus yang siap bersinergi bersama kepolisian menghadapi potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kasatkorwil Banser Kepri Sukatmantro.
Penasehat GP Ansor Irjen Pol (P) Darmawan menyampaikan instruksi dari pusat agar seluruh anggota Banser di daerah merapatkan barisan dengan Polri.
Banser menyatakan kesiapannya untuk menjadi kekuatan cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam menjaga kondusivitas daerah.
Berikut adalah beberapa poin penting dalam kesepakatan sinergi tersebut:
- Kekuatan Personel: Banser memiliki ribuan personel di kabupaten/kota se-Kepri yang siap mendukung tugas Polri.
- Lawan Radikalisme: GP Ansor berkomitmen membantu Polri menangkal narasi radikalisme dan isu SARA di media sosial.
- Kegiatan Sosial: Kolaborasi akan diwujudkan dalam bentuk edukasi kebangsaan dan aksi sosial kemasyarakatan.
Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyambut baik kesiapan tersebut.
Menurutnya, stabilitas keamanan tidak bisa hanya dijaga oleh Polri sendirian, melainkan butuh dukungan organisasi masyarakat yang memiliki visi kebangsaan yang sama.
“Sinergitas ini tidak hanya melalui organisasi, tetapi melibatkan seluruh elemen untuk menciptakan situasi kondusif,” kata Asep.
Irjen Asep mengatakan, kolaborasi dengan elemen organisasi masyarakat seperti GP Ansor sangat krusial, terutama di wilayah strategis seperti Batam yang menjadi wajah investasi.
Selain bantuan pengamanan fisik, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menambahkan,peran GP Ansor sangat dinantikan di dunia maya.
“Penting bagi GP Ansor mendukung narasi positif di ruang digital, terutama dalam menangkal paham radikalisme dan isu SARA yang dapat memecah belah bangsa,” kata Nona.
Editor: Erwin Syahril






















