Angkasa Pura Beberkan Kronologi Jebolnya Atap Terminal 3 Bandara Soetta

Panbil Mall

Kebocoran Atap di Bandara Soekarno-Hatta, Pengaruh Cuaca Buruk pada Operasional Penerbangan

Pada hari Senin (6/4/2026), kejadian jebolnya sebagian atap di area terminal 3 keberangkatan internasional Bandara Soekarno-Hatta menimbulkan kehebohan bagi para penumpang. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak pukul 12.00 WIB.

Awalnya aktivitas di bandara berjalan normal, dengan penumpang berjalan dari konter check-in menuju ruang tunggu sesuai gate yang ditentukan. Namun, sekitar 90 menit kemudian, petugas Aviation Security (Avsec) melihat air yang menetes dari plafon di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3. Mereka segera meminta penumpang yang ada di bawahnya untuk pindah ke area yang lebih aman agar tidak terkena tetasan air hujan.

Tidak lama setelah itu, atap dan plafon di area tersebut jebol, sehingga membuat lantai sekitar gate tujuh menjadi tergenang. Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan menjelaskan bahwa kejadian ini bermula dari tetesan air akibat curah hujan yang tinggi. Ia menyampaikan bahwa petugas langsung meminta area di bawah atap yang bocor disterilkan.

Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka, air yang tumpah juga mengenai barang-barang milik pelaku usaha yang berada di bawah area tersebut. Setelah kejadian, petugas operasional bandara segera melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak. Saat ini, area tersebut sudah bersih dan situasi kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar.

Selain itu, hujan deras juga menyebabkan gangguan pada penerbangan. Sebanyak 10 penerbangan dialihkan ke bandara lain atau divert karena tidak dapat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Beberapa bandara tujuan alih adalah Bandara Yogyakarta, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Internasional Radin Inten II Lampung. Sementara untuk penerbangan internasional, pesawat dialihkan ke Bandara Changi Singapura. Terdapat satu pesawat yang melakukan Return To Base karena cuaca buruk.

Menurut Yudis, dampak cuaca buruk terhadap Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencakup 31 lalu lintas penerbangan. General Manager Airnav Indonesia Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Widodo menjelaskan bahwa selama menunggu pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta, setiap pilot diminta untuk berputar lebih dahulu menunggu kondisi yang memungkinkan atau holding.

Strategi holding diterapkan oleh Airport Operation Control Center (AOCC) pada 8 lokasi di atas langit Jabodetabek secara berkala. Dengan strategi ini, pesawat diberikan kesempatan berangkat setiap 10 atau 20 menit, tergantung keramaian lalu lintas udara.

Sejumlah petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) dikerahkan guna melayani pesawat yang berangkat maupun tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Petugas yang bekerja di area titik tertinggi bandara tersebut tanpa henti berkomunikasi dengan setiap pilot maskapai penerbangan melayani lalu lintas pesawat.

“Alhamdulillah kehandalan teman-teman kami petugas ATC bisa memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin dengan didukung peralatan yang sangat canggih dan prima demi memastikan keselamatan penumpang pesawat,” ujar Widodo.