Berita  

Kak Seto Kena Stroke: Netizen Sindir Keterlambatan Pemeriksaan

Panbil Mall



JAKARTA,

Psikolog anak dan tokoh pendidikan Indonesia, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, berbagi kisah perjalanan kesehatannya setelah mengalami stroke ringan dan gangguan irama jantung (aritmia). Pria berusia 73 tahun ini sempat merasa linglung dan terlambat menjalani pemeriksaan medis sebelum akhirnya pulih dan kembali beraktivitas. Berikut rangkuman perjalanan Kak Seto menghadapi sakitnya hingga kondisinya saat ini.

Detik-Detik Alami Stroke Ringan

Kak Seto mengungkap bahwa dirinya mulai merasakan gejala stroke ringan pada Senin (20/10/2025). Awalnya, ia hanya mengalami pusing dan linglung, namun karena dianggap sepele, ia tetap menjalani aktivitas seperti biasa. “Awalnya terasa ringan, jadi tetap aktivitas seperti biasa,” tulisnya di akun Instagram @kaksetosahabatanak.

Sayangnya, kondisi itu tak kunjung membaik hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit. Pada Jumat (24/10/2025), hasil pemeriksaan MRI dan EKG menunjukkan bahwa ia mengalami stroke ringan yang menyerang fungsi kognitif serta aritmia, yaitu gangguan irama jantung. “Kondisi jantung tetap sehat. Stroke ini disebabkan oleh faktor kekentalan darah saja,” ungkap Kak Seto dalam unggahan tersebut.

Ia pun disarankan oleh dokter ahli saraf dan ahli jantung untuk beristirahat total dan sempat dirawat di rumah sakit sejak Sabtu (25/10/2025). Meski demikian, Kak Seto tetap bersyukur karena organ vitalnya masih berfungsi normal. Ia berpesan kepada publik untuk tidak mengabaikan gejala ringan dan segera memeriksakan diri ke dokter agar terhindar dari kondisi yang lebih serius.

Sempat Terlambat Penanganan Medis

Dalam wawancara bersama wartawan di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kak Seto mengatakan, dirinya sempat terlambat empat hari untuk mendapatkan penanganan medis sejak gejala pertama muncul. “Masa kritisnya itu 4,5 jam, saya terlambat empat hari baru diperiksa, di-MRI, dan ternyata harus dirawat selama tiga hingga empat hari,” ujar Kak Seto.

Ia mengaku sempat linglung dan kesulitan berpikir jernih, yang menjadi tanda bahwa fungsi kognitifnya terganggu akibat stroke. “Kena stroke ringan, tapi yang terkena kognitifnya. Jadi kemampuan berpikir, jadi sempat seperti linglung, seperti bingung gitu,” lanjut Kak Seto.

Setelah dirawat, dokter menyarankan Kak Seto untuk beristirahat total selama beberapa minggu dan menghindari kelelahan. “Pantangannya mungkin jangan terlalu capek dulu, jangan terlalu banyak kegiatan dulu, lalu harus istirahat,” kata Kak Seto. Namun, sebagai sosok yang dikenal sangat aktif, Kak Seto mengaku sulit untuk berdiam diri. Ia pun memilih menyeimbangkan antara istirahat dan aktivitas ringan agar tetap produktif tanpa memaksakan diri.

Dinyinyir Warganet karena Masih Rajin Lari

Meski baru saja pulih dari stroke ringan, Kak Seto tetap aktif berolahraga, termasuk berlari. Aktivitas tersebut rupanya menuai komentar miring dari sejumlah warganet yang menilai ia terlalu nekat berolahraga berat setelah stroke. Menanggapi hal itu, Kak Seto justru santai dan memilih berpikir positif. “Saya juga dinyinyirin, di-bully. Kok saya juga heran, kenapa gitu loh. Iya, selalu berpikir positif saja. Jadi, mungkin ya mereka sayang, jadi penuh persahabatan,” ujar Kak Seto sambil tersenyum.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terpancing dengan komentar negatif. “Jadi tidak terpancing dengan hal-hal yang negatif, tapi saya menghadapi semuanya dengan positif saja,” kata Kak Seto. Sebagai bentuk kehati-hatian, Kak Seto kini lebih memilih olahraga ringan seperti berjalan kaki dibanding lari jarak jauh. “Paling kalau bisa jalan kaki saja dulu selama lebih kurang satu bulan,” lanjut Kak Seto.

Pesan Kak Seto: Mulai Hidup Sehat Sejak Dini

Dalam unggahan Instagram dan wawancaranya, Kak Seto menyampaikan pesan berharga kepada masyarakat untuk menjaga gaya hidup sehat sejak dini. Ia menilai, kesehatan di masa tua sangat ditentukan oleh kebiasaan hidup di masa muda. “Ayo, mulai hidup sehat dari sekarang karena akan sangat membantu di masa tua nanti. Tetap semangat!” tulis Kak Seto dalam unggahannya.

Kak Seto juga mengingatkan pentingnya mengatur waktu istirahat, olahraga teratur, dan tidak memaksakan diri dalam pekerjaan. “Istirahat itu penting, karena tubuh kita juga butuh dirawat,” lanjut Kak Seto dalam unggahannya. Meski sempat mengalami ujian kesehatan, Kak Seto tetap menjadi sosok inspiratif yang tidak kehilangan semangat dan dedikasinya untuk anak-anak Indonesia. “Saya terus berusaha memadukan antara istirahat dan kegiatan, karena kalau enggak bergerak rasanya enggak nendang,” tutur Kak Seto.