
Patrolmedia, Yerusalem – Tentara Zionis Israel bombardir rumah bertingkat, hunian Al-Kawthar di wilayah barat Gaza City, Minggu (14/9/2025).
Video: Bengis! Pasukan Zionis Kembali Hancurkan Hunian Bertingkat di Gaza
Melansir The Guardian News, Israel mengeluarkan perintah agar warga segera mengevakuasi diri sesaat sebelum pengeboman.
Namun, penduduk setempat yang tinggal di bangunan itu mengatakan mereka tidak punya pilihan lain, lantaran biaya perjalanan ke selatan wilayah yang terkepung dan tidak terjangkau.
“Kami pergi ke selatan dan kembali dari selatan, karena di sana juga tidak ada tempat. Sekarang kami hanya bisa duduk di sini, di bawah rahmat Tuhan,” ucap seorang pengungsi, seperti dilansir Guardian News.
Dalam video yang terekam, sebuah rumah bertingkat runtuh terkena serangan udara Israel.
Warga yang disekitar itu berhamburan mencari tempat aman saat ledakan dahsyat menghantam hunian di Al-Kawthar.
Usai pengeboman, warga Gaza terlihat berada di antara puing-puing yang berserakan di sekitar gedung hancur tersebut.
Dilansir Antara, saksi mata mengatakan jet tempur menyerang menara itu tak lama setelah tentara Israel menyerukan perintah evakuasi mendesak bagi penghuni gedung dan tenda-tenda di sekitarnya.
Militer Israel terus menargetkan gedung-gedung bertingkat di seluruh Gaza City sebagai bagian dari penyerbuan yang sedang berlangsung untuk menduduki Jalur Gaza.
Warga diperintahkan mengungsi ke selatan menuju zona yang disebut “aman dan kemanusiaan” di Al-Mawasi, Khan Younis.
Namun, wilayah itu justru lebih dari seratus kali dibombardir Israel, yang menewaskan ratusan warga sipil.
Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan, sejak 11 Agustus 2025, tentara Israel bombardir dan menghancurkan 1.600 menara dan bangunan hunian di Gaza City.
Dari serangan membabi buta itu, 13.000 tenda dan 100.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Sebagian besar warga Gaza City kini menumpuk di kawasan barat kota sejak Jumat lalu.
Israel secara masif melakukan pemboman diwilayah tersebut.
Melansir Reuters, Senin (15/9/2025), seorang pejabat Palestina mengatakan, pemboman dilakukan seiring kedatangan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Israel pada Minggu (14/9/2025).
Rubio ke Israel untuk membahas perang dan masa depan konflik tersebut.
Rubio mengatakan Washington ingin membahas cara membebaskan 48 sandera, 20 di antaranya diyakini masih hidup yang masih ditawan Hamas di Gaza dan membangun kembali jalur pantai tersebut.
“Apa yang telah terjadi, telah terjadi. “Kami akan bertemu dengan mereka (para pemimpin Israel). Kami akan membahas apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Rubio jelang berangkat ke Israel dan akan tinggal di sana hingga Selasa, (16/9/2025).
Israel menyatakan rencananya untuk merebut kota tersebut, tempat sekitar 1 juta warga Palestina berlindung.
Israel berdalih serangan itu terus dilancarkan untuk melenyapkan kelompok militan Hamas dan telah mengintensifkan serangan pada benteng terakhir Hamas.
(Ipl/EN)






















