Pemimpin Agung Iran Menduga, Unjuk Rasa Besar-Besaran Diprovokasi Oleh Musuh

Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei sebut musuh-musuh negaranya memprovokasi pengunjuk rasa hingga terjadi kekisruhan besar-besaran. (Foto: dok/theguardian)
Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei sebut musuh-musuh negaranya memprovokasi pengunjuk rasa hingga terjadi kekisruhan besar-besaran. (Foto: dok/theguardian)

Patrolmedia.co.id, Iran — Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, aksi demonstrasi yang digelar pada Kamis pekan lalu hingga terjadi kekisruhan, diduga di provokasi oleh musuh-musuh negaranya.

Ia menyebutkan, musuh Teheran lah yang menggunakan money politic sehinga intelijen untuk menggiring massa pengunjuk rasa di Iran sampai terjadi peristiwa yang menewaskan belasan orang.

Terdapat 13 demonstran dan satu personil polisi tewas. Sementara tercatat 450 orang lainnya ditahan aparat selama demonstrasi digelar.

“Beberapa hari terakhir ini, musuh-musuh Iran menggunakan alat yang berbeda-beda termasuk uang, senjata, politik, dan intelijen untuk membuat masalah bagi Iran,” kata Khamenei melalui situs resminya, Selasa (2/1/2018).

Namun, Khamenei tidak menyebutkan siapa pihak musuh yang dimaksud. Dalam postingan itu, ia tk berbicara banyak soal demonstrasi besar-besaran di Iran, seperti dikutip Reuters.

Khamenei berjanji akan bersuara untuk menanggapi situasi terkini di Iran, yakni “pada waktu yang tepat.”

Seperti diketahui, ribuan pengunjuk rasa besar-besaran memprotes terkait kenaiksn harga barang dan dugaan korupsi yang merebak di Iran.

Aksi unjuk rasa itu melibatkan ribuan masyarakat yang turun ke jalan mulai dari Teheran, Kermansyah, Rasht dan Sari.

Kemudian, massa aksi juga menyuarakan kekhawatiran mereka soal keterlibatan Iran dalam konflik di Timur Tengah, seperti di Suriah dan Irak.

Selain itu, massa aksi juga meminta Khamenei untuk lengser dari jabatannya sejak tahun 1989.

Aksi unjuk rasa di Iran dinilai bentuk gerakan anti pemerintah terbesar selama revolusi hijau pada tahun 2019 lalu.

Presiden Iran, Hassan Rouhani menyerukan masyarakat untuk tenang. Dia menyebutkan, warga Iran berhak mengkritik pemerintah, namun perlu diingat tetap bagi para pelaku kerusuhan harus ditindak secara tegas, sesuai hukum berlaku.

Editor: Adi