
Patrolmedia.co.id, California – Sebelumnya, Wikipedia atau halaman yang berisi daftar riwayat telah ‘memasukkan dan mencantumkan’ Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Menyusul dengan itu, Google Maps pun juga melakukan hal yang serupa.
Google Map atau aplikasi petunjuk arah itu dibanjiri kritikan dan kecaman dari netizen di media sosial.
Hal tersebut terjadi pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (6/12/2013), mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Langkah itu dinilai kontroversial yang memicu hujatan dari berbagai belahan negara. Trump juga memerintahkan Departemen Luar Negeri AS mempersiapkan pemindahan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Saat dilakukan penelusuran dalam pencarian Ibu Kota Israel, terlihat Google Maps mengarahkan petunjuk ke Kota Yerusalem. Kendati demikian, hal itu belum dapat dipastikan apakah petunjuk Google Maps berkaitan dengan pernyataan Presiden AS tersebut, atau memang petunjuk itu sudah lama tercantum dipenelusuran milik Google itu.
Seperti diketahui, sebuah petisi daring menuntut Google Maps menghapus dari pencantuman Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Petisi itu telah diikuti dan didukung sebanyak 1.000 tandatangan.
“Bukan berarti kita juga harus mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel hanya karena Trump melakukan itu,” tulis pencetus petisi Yazan Al-Asad dalam suratnya kepada Google, Senin (11/12/2017).
Meskipun mendapat berbagai hujatan, perusahaan teknologi raksasa itu belum sedikitpun merespon saat diminta konfirmasi oleh Anadolu Agency. (Chandra)
Editor: Erwin





















