Berita  

Sekjen PBB Akan Bahas Multilateralisme dan Misi Perdamaian Saat Kunjungi Indonesia

Panbil Mall

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah Indonesia, terutama dalam agenda multilateral dan dukungan terhadap perdamaian dunia. Kunjungan ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan mencakup pertemuan dengan pejabat tinggi negara, kunjungan ke fasilitas militer, serta penyampaian pidato di Kementerian Luar Negeri.

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, mengatakan lawatan tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperdalam hubungan Indonesia dan PBB. Menurut dia, pertemuan yang akan digelar tidak hanya membahas kerja sama bilateral, tetapi juga posisi Indonesia dalam sistem multilateral global. Keterangan itu disampaikan Farhan dalam pernyataan tertulis yang dikutip pada Minggu (18/10/2026).

Dalam rangkaian agenda itu, Sekjen PBB juga akan bertemu dengan jajaran pemerintah Indonesia. Farhan menyebut kunjungan tersebut dirancang sebagai forum untuk meninjau kontribusi Indonesia terhadap stabilitas dan perdamaian internasional. Indonesia selama ini dikenal aktif mengirim pasukan ke berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB, sehingga kehadiran Sekjen PBB dipandang sebagai bentuk pengakuan atas peran tersebut.

Salah satu agenda utama adalah kunjungan ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. Di lokasi itu, Sekjen PBB dijadwalkan bertemu personel Indonesia yang akan diberangkatkan ke Republik Afrika Tengah untuk bergabung dalam misi MINUSCA. Kunjungan ini menjadi penegasan atas apresiasi PBB terhadap kesiapan dan profesionalisme prajurit Indonesia yang bertugas di bawah mandat internasional.

Selain meninjau kesiapan pasukan, Sekjen PBB juga akan memberikan penghormatan kepada para prajurit Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas. Ia dijadwalkan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan PMPP TNI sebagai bentuk penghormatan kepada 50 personel pasukan perdamaian Indonesia yang meninggal ketika mengemban misi kemanusiaan.

Masih di Jakarta, Sekjen PBB akan menyampaikan pidato bertajuk Masa Depan Multilateralisme di Kementerian Luar Negeri. Pidato tersebut diperkirakan akan menyoroti arah kerja sama global di tengah tantangan geopolitik yang terus berubah, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menjaga tata dunia yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui rangkaian pertemuan dan agenda simbolik itu, kunjungan Sekjen PBB diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik dengan Indonesia, tetapi juga memberi dorongan baru bagi pembahasan isu-isu global yang membutuhkan kerja sama lintas negara. Bagi Indonesia, kunjungan ini menjadi ruang untuk menunjukkan konsistensi peran aktifnya dalam mendukung perdamaian dunia dan sistem multilateral yang lebih kuat.