Sem Scheperman Cerita Pernah Diincar FAM karena Isu Darah Malaysia

Panbil Mall

Kapten Heracles Almelo, Sem Scheperman, mengungkap bahwa dirinya dan klubnya pernah menerima surat dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) di tengah upaya federasi itu mencari pemain berdarah Malaysia untuk memperkuat timnas. Cerita itu bermula dari candaan di media sosial, tetapi berkembang menjadi perhatian serius karena FAM memang tengah gencar memburu pemain keturunan, seiring hukuman FIFA terhadap naturalisasi ilegal tujuh pemain dan meningkatnya rivalitas di Asia Tenggara.

Dalam pengakuannya, Scheperman menjelaskan bahwa kasus ini muncul beberapa tahun lalu, saat isu pemain keturunan sedang ramai dibicarakan. Menurut dia, semuanya berawal dari pesan yang ia terima melalui Instagram dari akun yang terkait dengan penggemar timnas Malaysia. Percakapan yang semula ringan itu kemudian melebar dan membuat namanya ikut terseret dalam pembahasan soal calon pemain Harimau Malaya.

Pemain berusia 24 tahun itu mengaku sempat menjawab pertanyaan tentang asal-usulnya dengan menyebut ada darah Malaysia dari pihak nenek. Belakangan, ia menegaskan bahwa jawaban tersebut hanyalah lelucon dan tidak sesuai dengan kenyataan. Ia menyebut situasi itu sebagai candaan yang kebablasan karena respons dari sejumlah pihak ternyata jauh lebih serius daripada yang ia bayangkan.

“Lelucon yang benar-benar lepas kendali.”

Scheperman menuturkan bahwa meski peristiwa itu sudah lama berlalu, pesan serupa masih kerap ia terima dari warga Malaysia yang mempertanyakan apakah dirinya benar-benar berasal dari negara tersebut. Ia menilai sebagian orang tampaknya sempat percaya bahwa ada kemungkinan dirinya bisa masuk radar timnas Malaysia, padahal ia adalah sepenuhnya orang Belanda.

Puncak cerita ini terjadi ketika FAM mengirim undangan untuk membahas persoalan tersebut. Klub Scheperman juga disebut ikut diundang oleh asosiasi itu. Dari situ, ia menyadari bahwa kabar yang semula hanya obrolan santai telah berkembang menjadi isu yang lebih luas dan diketahui banyak pihak.

Meski begitu, Scheperman merasa federasi Malaysia pada akhirnya sudah memahami bahwa dirinya bukan keturunan Malaysia. Ia juga menyinggung bahwa sebagian pendukung Harimau Malaya masih menyimpan harapan, bahkan melihat penampilannya dan mengira dirinya cocok sebagai pemain Malaysia. Situasi ini memperlihatkan bagaimana pencarian pemain diaspora kini menjadi perhatian besar di kawasan, terutama setelah Timnas Indonesia lebih dulu menuai sukses dengan pemain keturunan dan memicu persaingan yang makin tajam di level Asia Tenggara.