Berita  

ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi ke Bali dan Sulut Dipercepat

Panbil Mall

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pasokan bahan bakar minyak di tingkat nasional masih aman, meski antrean pembelian dilaporkan muncul di Bali dan Sulawesi Utara. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan hal itu di Kantor ESDM, Jakarta, Jumat (16/10), seraya menegaskan bahwa pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) sedang mempercepat pengiriman ke wilayah yang terdampak antrean.

Berdasarkan laporan Pertamina yang diterima pemerintah, ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di kisaran 16 hingga 18 hari. Menurut Bahlil, angka tersebut masih dalam batas aman dan belum mengindikasikan kondisi darurat pasokan. Ia menekankan bahwa stok nasional tetap terjaga, meski ada sejumlah daerah yang mengalami gangguan distribusi di lapangan.

Untuk kasus di Bali, Bahlil menjelaskan bahwa antrean BBM berkaitan dengan alur distribusi dari Jawa Timur yang mengandalkan pengangkutan lewat laut. Jalur ini membuat pasokan ke pulau tersebut sangat bergantung pada kelancaran armada kapal. Karena itu, ia meminta Pertamina menambah jumlah kapal agar pengiriman bisa dilakukan lebih cepat dan hambatan distribusi tidak berlarut.

“Saya tadi memerintahkan untuk mereka, untuk segera menggandakan kapal agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan di daerah-daerah, supaya bisa percepatan,” ujarnya. Langkah itu, kata dia, diharapkan membantu memperlancar suplai ke daerah yang sempat mengalami antrean panjang di SPBU.

Menanggapi pertanyaan soal ketahanan stok yang turun dari posisi di atas 20 hari menjadi di bawah 20 hari, Bahlil menyebut penurunan itu tidak terjadi pada seluruh jenis BBM. Ia menegaskan bahwa solar serta bensin dengan RON 92, RON 95, dan RON 98 masih dalam kondisi aman dan tidak menimbulkan persoalan pasokan.

“Yang kurang dari 20 hari itu hanya RON 90. Tapi kalau solar, RON 92, RON 95, RON 98, itu no issue, nggak ada masalah,” kata Bahlil. Ia menambahkan, meningkatnya pemakaian bensin RON 90 ikut memengaruhi pergerakan stok karena sebagian konsumen beralih dari RON 92 dan RON 95 ke jenis yang lebih murah. Perbedaan harga disebut menjadi alasan utama perpindahan konsumsi itu.

Bahlil memperkirakan ketahanan stok nasional dapat kembali mendekati 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan, seiring percepatan distribusi dan penyesuaian pasokan. Ia menegaskan bahwa secara standar nasional, kondisi saat ini masih aman dan belum melewati batas minimal yang diperlukan untuk menjaga suplai BBM di dalam negeri.