Lokal  

Wabup Nunukan Resmi Buka Diklat BST KLM dan SKK 60 Mil dengan 100 Peserta

Panbil Mall

Pelatihan Keselamatan Maritim untuk Meningkatkan Profesionalisme Pengemudi Kapal

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, secara resmi membuka Diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 Mil pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai wilayah, baik dalam maupun luar Kabupaten Nunukan. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan para pengemudi kapal dalam menghadapi risiko pelayaran, baik secara teori maupun praktik.

Dalam sambutannya, Hermanus menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan laut. Ia menyampaikan bahwa peserta harus siap secara mental dan teknis, terutama karena wilayah Nunukan memiliki banyak perairan yang digunakan sebagai jalur transportasi laut. “Mereka harus mampu menghadapi kondisi darurat dengan sigap,” ujarnya.

Pelatihan ini juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme para motoris kapal. Kepala Dinas Perhubungan Nunukan, Abdul Munir, menjelaskan bahwa total peserta mencapai 100 orang, dengan rincian 70 peserta berasal dari luar Nunukan dan 30 peserta dari dalam daerah. Semua peserta akan mendapatkan sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan.

Berbagai Aspek yang Diajarkan dalam Pelatihan

Para peserta akan menjalani pelatihan intensif yang mencakup berbagai aspek penting dalam keselamatan maritim. Materi pelatihan meliputi navigasi, manajemen darurat, serta pemahaman tentang peraturan pelayaran. Selain itu, peserta juga akan diberikan pengetahuan tentang alat keselamatan yang wajib dimiliki oleh kapal layar motor.

Selama kegiatan berlangsung, peserta akan ditempatkan di Mess Diklat BKPSDM. Hal ini bertujuan untuk memastikan konsentrasi dan fokus selama proses pembelajaran berlangsung. Wakil Direktur Politeknik Pelayaran Barombong, Irwan, berharap semua peserta dapat mengikuti materi dengan serius. “Ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi bekal penting untuk keselamatan di lapangan,” katanya.

Partisipasi dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur penting seperti Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Nunukan, serta sejumlah pejabat dan instansi terkait. Hal ini menunjukkan dukungan kuat dari berbagai pihak terhadap program pelatihan keselamatan maritim ini.

Kepala KSOP Nunukan, Ahmad Kosasi, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan diklat ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan standar keselamatan pelayaran di wilayah perairan Nunukan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan di laut, termasuk risiko kecelakaan yang sering terjadi.

Harapan Masa Depan

Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan peningkatan kesadaran dan keterampilan, diharapkan angka kecelakaan laut dapat diminimalkan. Pelatihan ini juga menjadi awal dari upaya bersama untuk menciptakan sistem pelayaran yang lebih aman dan profesional di wilayah Nunukan.

Dengan pelaksanaan Diklat BST KLM dan SKK 60 Mil, diharapkan para peserta dapat menjadi contoh dalam menjaga keselamatan dan keandalan transportasi laut di kabupaten ini.