Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademis (TKA) di Berbagai Sekolah
Tes Kemampuan Akademis (TKA) kembali dilaksanakan oleh berbagai sekolah di wilayah Rantau, Kalimantan Selatan. Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tapin menjadi salah satu sekolah yang mulai melaksanakan TKA bagi siswa kelas IX pada Senin (6/4). Kegiatan ini dibagi menjadi dua gelombang karena keterbatasan sarana dan prasarana seperti komputer.
Kepala MTsN 1 Tapin, Hairani F S.Ag, menjelaskan bahwa gelombang pertama TKA dilaksanakan pada 6-7 April 2026. Sedangkan gelombang kedua akan diadakan pada 8-9 April. Setiap gelombang dibagi lagi menjadi tiga sesi, sehingga pelaksanaannya berlangsung dari pagi hingga menjelang sore.
Menurut Hairani, secara umum pelaksanaan hari pertama berjalan lancar dan diikuti hampir seluruh siswa. Ia berusaha semaksimal mungkin agar kegiatan ini bisa diikuti seluruh peserta. Namun, ia mengakui persiapan TKA tahun ini membutuhkan kerja keras ekstra, mengingat sarana pendukung yang terbatas. Komputer yang ada bisa dikatakan lama, banyak perangkat yang perlu diperbarui.
Selain biaya perbaikan yang tidak sedikit, sekolah juga harus menyediakan jaringan internet. Hairani berharap Pemerintah Kabupaten Tapin melalui dinas terkait bisa memonitor dan membantu madrasah yang memiliki keterbatasan.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Tapin, Abdul Murad M.Pd, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan langsung TKA. Dari 14 madrasah, pemantauan pada Senin dilakukan di dua lokasi, yakni MTsN 1 dan MTsN 2. Di MTsN 2 sempat ada sedikit gangguan karena kehabisan token listrik. Namun hal itu langsung ditindaklanjuti oleh panitia.
Setelah itu, tim monitoring melanjutkan peninjauan ke MTsN 1 dan memastikan pelaksanaan berjalan tanpa kendala berarti. TKA hari pertama di MTsN 2 memberikan beragam pengalaman bagi peserta. Mata pelajaran matematika dengan materi numerasi menjadi ujian pembuka. Sebanyak 30 soal harus dikerjakan dalam satu jam lebih.
Noor Amelia Putri, siswi asal Jalan MTQ, Rantau Kiwa, mengaku soal yang diujikan merupakan materi kelas 7-9. “Insya Allah bisa dijawab,” ujarnya. Sedang Nor Salsabela Wifa, asal Desa Jingah Babaris, sempat tegang saat mengerjakan soal, meski sudah melakukan persiapan. “Tegang, apalagi ini hari pertama. Ada yang sudah dipelajari, tapi ada juga yang baru sedikit dipahami,” katanya.
Kepala MTsN 2, Lukman Taib, mengatakan TKA hari pertama berjalan lancar meski sempat terkendala teknis. “Sempat ada kendala token listrik, namun bisa segera diatasi,” ujarnya. Ia menyebut tingkat kehadiran siswa pada hari pertama mencapai 100 persen. Dalam satu sesi diikuti 15 siswa dan total terdapat empat sesi pelaksanaan.
Di SMPN 20 Banjarmasin Jalan Tembus Mantuil, 192 siswa mengikuti TKA di dua ruang kelas. Namun mereka menghadapi kendala saat login karena masuk secara bersamaan. Kepala Sekolah, Oejiono, mengatakan kendala tersebut bisa diatasi dalam beberapa menit. Sedang mengenai kehadiran, ada siswa yang absen karena sakit, namun masih bisa ikut TKA susulan.
TKA di SMPN 20 ditinjau Wali Kota M Yamin dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Ryan Utama. Yamin mengatakan kehadirannya untuk memberikan semangat kepada peserta didik. “Walau bukan penentu kelulusan, TKA digunakan untuk mengevaluasi literasi,” ujarnya. Ryan menjelaskan TKA terbagi tiga gelombang. Gelombang I sebanyak 25 sekolah. Saat ini TKA digelar untuk jenjang SMP. Sedang untuk SD dilaksanakan mulai 20 April.
TKA sebenarnya tidak diwajibkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Namun Disdik Banjarmasin mewajibkan seluruh SD dan SMP di kota ini untuk mengikuti TKA. “Sebagai bahan evaluasi nilai numerasi dan literasi. Juga menjadi salah satu komponen penilaian untuk jalur prestasi masuk ke jenjang sekolah berikutnya,” terangnya.
Sementara SDN Telaga Biru 5 Banjarmasin menggelar tryout kepada 21 siswa kelas 6, Senin pagi. Kepala Sekolah, Sriwidiana M.Pd, mengatakan tryout untuk menghadapi TKA pada Rabu (22/4). “TKA superpenting karena salah satu persyaratan buat masuk SMP,” ujarnya.


















