Video: Netanyahu Didemo Ribuan Warganya Sendiri, Buntut dari Rencana Mau Rampas Paksa Gaza

Netanyahu didemo warga
Ribuan warga membakar
Netanyahu didemo warga
Ribuan warga Israel yang berdemo membakar ban bekas dan membentang foto sejumlah sandera yang di tawan Hamas. Mereka menolak rencana PM Netanyahu yang ingin mencaplok Kota Gaza secara total dengan operasi militer. (Foto: dok/Reuters)

Patrolmedia, Tel Aviv – PM Israel Benjamin Netanyahu didemo ribuan warga Israel yang tergabung dalam Forum Sandera dan Keluarga Hilang berunjuk rasa di depan kantor Perdana Menteri di Yerusalem, tempat kabinet berkumpul pada Kamis (7/8/2025).

Video: Netanyahu Didemo Ribuan Warganya Sendiri Karena Mau Rebut Paksa Gaza

Para pengunjuk rasa membentangkan foto para sandera yang ditawan di Hamas. Sementara para pengunjuk rasa lainnya meneriakkan yel-yel untuk mengakhiri agresi.

Netanyahu didemo ribuan warga lantaran mereka menolak keras niat Perdana Menteri Israel itu untuk merampas kota Gaza sepenuhnya.

Unjuk rasa ini sebagai bentuk kecemasan warga Israel, khususnya keluarga sandera yang masih ditahan Hamas.

Demonstran menuntut sandera segera dipulangkan dengan kondisi aman dan selamat.

Protes kecaman itu juga terjadi di kota-kota Israel lainnya yaitu di Herzeliyah, Ra’anana, dan Ness Ziona.

Selain ribuan warga, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir juga menentang rencana Benjamin Netanyahu.

Zamir menilai operasi tersebut bisa menjadi jebakan jika diteruskan.

Sementara, warga yang berdemo menuntut Netanyahu segera membawa pulang para sandera.

“Bawa Mereka Pulang Sekarang, rencana itu sama saja dengan meninggalkan sandera,” kata kelompok Forum Sandera dan Keluarga Hilang, dikutip dari BBC, Jumat (8/8/2025).

“Dengan memilih eskalasi militer daripada negosiasi, kami tak akan membiarkan orang-orang yang kami cintai berada di bawah belas kasihan Hamas,” kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

“Satu-satunya cara untuk membawa pulang para sandera adalah melalui kesepakatan yang komprehensif,” tegas pernyataan para demonstran.

Seorang pemilik hotel di Tel Aviv, Danny Bukovsky, mengatakan keputusan Netanyahu sama saja kematian bagi semua sandera yang masih ditahan Hamas.

“Saya pikir ini adalah hukuman mati bagi semua sandera yang masih ditahan di sana. Dan ini adalah keputusan yang salah untuk melakukannya saat ini,” kata Bukovsky kepada Reuters.

Ia meminta agar Netanyahu membawa semua sandera pulang dengan selamat.

“Setelahnya, jika mereka memutuskan untuk mengambil alih seluruh Jalur Gaza, itu keputusan mereka. Saya pikir kita harus melakukan sesuatu terhadap […] Hamas, tapi tidak saat ini.”

Saat ini, tercatat 50 sandera Israel masih menjadi tawanan Hamas, 20 diantaranya diyakini masih hidup.