Video: Houthi Bom Kapal Kargo di Laut Merah Sampai Tenggelam

Houthi Bombardir Kapal
K
Houthi Bombardir Kapal
Kelompok Houthi Yaman meledakkan kapal kargo Magic Seas berbendera Liberia di Laut Merah. (Foto: Screenshot/Video Ansar Allah)

Patrolmedia, Dubai -:- Kelompok Houthi Yaman bombardir kapal kargo berbendera Liberia, Magic Seas di perairan Laut Merah.

Video: Houthi Ledakkan Kapal Berbendera Liberia di Laut Merah Sampai Tenggelam

Serangan itu dilancarkan lagi setelah Houthi setengah tahun adem ayem.

Ini jadi serangan perdana mereka di tahun 2025, sejak sempat mengumumkan “cuti tempur” pada Desember tahun lalu. Tapi, minggu ini mereka balik lagi menyerang.

Menurut klaim resmi yang dikutip dari Reuters dan Al Arabiya, Selasa, 8 Juli 2025, serangan dilancarkan dengan kombinasi senjata berat menggunakan roket, drone dan perahu bunuh diri kendali jarak jauh.

Hasilnya, kapal Magic Seas remuk dan tenggelam di Laut Merah.

Kapal jenis bulk carrier itu mengangkut muatan besi dan pupuk dari China menuju Turki.

Total ada 19 awak dan menurut Houthi mereka sempat dikasih waktu buat evakuasi sebelum kapalnya diledakkan.

Juru bicara Houthi Yahya Saree menyebut serangan itu sebagai respons karena kapal tersebut mengabaikan peringatan Angkatan Laut Yaman.

“Kita sudah panggil, tapi mereka abai. Jadi kita sikat,” kira-kira begitu pesannya yang disiarkan di TV lokal.

Detail serangan tak main-main, 2 perahu tak berawak, 5 rudal, dan 3 drone dikirim langsung ke sasaran.

Menurut pemilik kapal, Michel Bodouroglou, enyebut serangan itu bikin kapal kemasukan air parah dan akhirnya amblas.

Serangan ini sekaligus menandai berakhirnya masa tenang di Laut Merah. Sejak 2023 sampai akhir 2024, Laut Merah sempat jadi neraka buat pelayaran internasional.

Lebih dari 100 kapal pernah diserang Houthi di jalur Teluk Aden dan Selat Bab al-Mandab. Semua itu di lakukan Houthi demi solidaritas untuk Palestina yang lagi digempur Israel di Gaza.

Tapi sejak awal 2025, situasi relatif sepi. Sampai sekarang.

Dengan Magic Seas yang jadi korban terbaru, dunia pelayaran dipaksa buka mata lagi. Karena faktanya, kelompok ini belum sepenuhnya pensiun.

Selama aktif melancarkan serangan, Houthi bombardir kapal dan menenggelamkan setidaknya 2 kapal, menyita sebuah kapal dan menewaskan 4 pelaut.

 

(Ft/Ikh)