Gedung Putih Blokir Jurnalis AP Gara-Gara Tak Mau Tulis Teluk Amerika

Wartawan AP akan diperbolehkan meliput jika mau mengubah tulisan Teluk Meksiko pada setiap berita menjadi Teluk Amerika seperti yang diinginkan Trump 

Gedung Putih Blokir Jurnalis
Google menambahkan tulisan Teluk Amerika dengan tanda kurung (), setelah tulisan Teluk Meksiko.

Gedung Putih blokir jurnalis AP

Gedung Putih Blokir Jurnalis
Google menambahkan tulisan Teluk Amerika dengan tanda kurung (), setelah tulisan Teluk Meksiko. (Foto: Tangkapan Layar/Google pencarian)

“Ini adalah pelanggaran nyata tidak hanya terhadap amandemen pertama, tetapi juga perintah eksekutif presiden sendiri tentang kebebasan berbicara dan mengakhiri penyensoran federal,” tegas Daniels.

Berbeda dengan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt. Ia menyebut keputusan akses media merupakan kewenangan presiden dan menyarankan mempertahankan referensi ke Teluk Meksiko merupakan “kebohongan” yang akan membuat organisasi berita bertanggung jawab.

“Kami berhak memutuskan siapa yang boleh memasuki Ruang Oval,” ucap Leavitt.

Gedung Putih belum berkomentar langsung tentang tindakan pelarangan itu.

Reporter AP pertama kali dilarang masuk ke acara-acara di Ruang Oval pada Selasa setelah diperingatkan bahwa hal itu akan terjadi.

Kebijakan tersebut berlanjut untuk acara-acara pada Rabu dan Kamis di kantor tersebut dan lokasi-lokasi lainnya.

Namun, kantor berita AP dengan tegas memutuskan untuk tetap menggunakan Teluk Meksiko untuk badan yang sebagian terletak di luar wilayah AS — sambil mencatat langkah Trump.

Keputusan agensi ini penting, karena banyak penulis dan publikasi mengikuti pedoman buku gaya AP.

Sementara, atas perintah Trump, Google Maps maupun Apple Maps juga menggantu secara sepihak Teluk Amerika baik secara keseluruhan maupun sebagian.

Menanggapi hal itu, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tengah mempertimbangkan untuk menggugat Google atas tindakan tersebut.

 

Editor: Fatmi Rahim