
Berbeda dari banyak negara tetangganya yang sebagian besar menentang hak-hak kaum gay.
Jajak pendapat juga menunjukkan dukungan publik yang sangat besar terhadap pernikahan sesama jenis.
Tetapi kerajaan di Thailand tetap merupakan masyarakat Buddha konservatif dengan struktur keluarga yang sebagian besar bersifat patriarki.
Porsch dan Arm masih percaya masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan toleransi menghasilkan penerimaan penuh.
“Kita harus menunggu dan melihat karena hukum pun telah menyetujui bahwa cinta itu sama. Kita butuh lebih banyak penerimaan,” kata Porsch.
Pernikahannya Arm dirayakan di halaman sebuah pusat perbelanjaan mewah yang baru. Keluarga kedua mempelai memainkan peran besar dalam upacara tersebut.
Berbaris untuk saling berhadapan dalam adat Thailand yang lucu dan mengharukan yaitu saling memanggil dan menanggapi di antara kedua belah pihak.
“Yang saya rasakan sekarang adalah kedekatan antara masyarakat dan keluarga,” kata Porsch.
“Cinta hanyalah cinta,” imbuh Arm sambil tersenyum lebar.
Editor: M. Ichsan




















