Kemudahan lainnya, kata Budi, dari program tol laut ini yaitu, pemesanan dan pelacakan pengiriman barang dan untuk memantau disparitas harga antar wilayah di Indonesia, kini bisa diakses melalui platform aplikasi digital yang dibuat Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub bernama “SiTolaut”.
“Aplikasi ini sudah terintegrasi dengan aplikasi BRI Store dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,” katanya.
Plt Dirjen Perhubungan Laut Arif Toha menjelaskan, melalui webinar itu, pihaknya ingin berbagi informasi dan mempertemukan para pelaku logistik dengan pelaku UMKM dalam rangka mensukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
“Kita ingin mengoptimalkan pemanfaatan tol laut sekaligus mendorong geliat perekonomian, khususnya bagi sektor UMKM,” kata Arif.
Ia mengatakam, program tol laut yang diluncurkan 2015 lalu mengalami peningkatan dan saat ini telah melayani 34 trayek.
Dijelaskan Arif, memasuki tahun ke-3 penyelenggaraan Gernas BBI yang dicanangkan Presiden Jokowi pada Mei 2020, hingga saat ini mencapai 17,2 juta UMKM yang sudah onboarding atau merambah ke ekosistem digital, dari target 30 juta UMKM onboarding pada 2023, dengan kontribusi terhadap PDB sekitar 60%.
“Dengan banyaknya pelaku UMKM yang memanfaatkan distribusi produknya melalui tol laut, diharapkan semakin meningkatkan jumlah muatan dan semakin mengoptimalkan layanan tol laut,” ujarnya. (Cdr)






















