Sebagai putra daerah, Reinier pun merasa dirinya memiliki tanggungjawab moral terhadap kemajuan daerah dan kemaslahatan serta kesejahteraan masyarakat setempat.
Terlebih dirinya terlahir dari seorang prajurit, Almarhum H Agus Salim, Dt. Rangkayo Mulia, mewarisi darah dan jiwa yang sarat dengan rasa cinta, jiwa korsa serta rasa pengabdian yang tinggi terhadap negara, khususnya negeri kelahirannya.
Semangat yang memotivasi dan mendorong semangatnya untuk maju sebagai orang nomor 1 di Kota Solok adalah rasa keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat, yang dinilainya akibat kurang terlihat langkah-langkah yang kongkrit dalam perlindungan Pemerintah terhadap masyarakat itu sendiri.
Dia mengaku miris, melihat dimana-mana masyarakat khususnya kelas menengah kebawah berjuang dan berusaha sendiri, sementara kehadiran dan pendampingan dari pemerintah sangat minim.
Ditanya terkait kepercayaan masyarakat yang telah diberikan kepadanya selama 5 tahun menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solok, menurut Reinier, dari perjalanan dan pengalamannya sebagai orang nomor dua, tak banyak yang bisa dilakukan.
Menurutnya, ide dan gagasan yang ingin dituangkannya demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, tidak leluasa bisa terwujud dan dilaksanakan, karena bagaimanapun, semua keputusan menjadi hak pimpinan tertinggi daerah yaitu Wali Kota.
“Semua ide kita harus lewat orang nomor satu (Wali Kota-red), sehingga program-program serta gagasan kita tidak bisa berjalan tanpa persetujuan beliau. Hal itulah yang juga menjadi salah satu alasan saya untuk maju menjadi calon Wali Kota Solok dengan menggandeng Andri Maran yang notabenenya juga seorang pengusaha muda sebagai Wakil saya pada Pilkada tahun ini, dengan harapan jika masyarakat memberikan amanah itu, saya ingin kita bersama-sama berfikir dan berbuat untuk membangun Kota yang sangat kita cintai ini,” kata Reinier.
Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril






















