Kemenlu Benarkan Video WNI yang Disandera Abu Sayyaf Disebar di Malaysia

Cuplikan video amatir dari kelompok Abu Sayyaf untuk Pemerintah Indonesia. (Foto: Medcom)

Iqbal tak mau berspekulasi mengapa rekaman sandera WNI itu justru diberikan ke media massa.

Iqbal mengatakan hingga kini masih ada 3 WNI yang menjadi tawanan kelompok Abu Sayyaf di selatan Filipina. Pemerintah, kata dia, terus berupaya melakukan proses pembebasan.

“Upaya pembebasan terus kami lakukan. Sesuatu masih berjalan. Upaya pembebasan sandera itu kan memang proses intelijen, jadi memang untuk tidak dibuka ke umum. Itu yang kita jaga,” kata Iqbal.

Berdasarkan sumber dari Filipina, video itu dikirim oleh Abu Sayyaf kepada pemilik kapal berbendera Malaysia demi meminta tebusan.

Samsul diculik bersama seorang WNI lainnya, Usman Yunus di perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah, pada 11 September 2018. Usman berhasil kabur dari tawanan pada 7 Desember 2018.

Rekaman juga menunjukkan Samsul terlihat menangis dan memohon bantuan dari bawah lubang tanah.

Di video itu Samsul mengenakan celana pendek warna merah muda tanpa baju. Dia didampingi 2 orang penyandera sambil menodongkan senjata ke arahnya, seperti dilansir The Star.

“Tolong aku bos, bantu aku bos, tolong,” ucap Samsul terdengar dari rekaman tersebut.

 Editor: Niko Irawan