
Arief yakin setiap potensi pergerakan orang dari 1 kota ke kota lain, serta dari 1 negara ke negara lain, dalam jumlah masif akan menggerakkan ekonomi. Baginya, pergerakan orang sama dengan pergerakan bisnis.
“Setiap pergerakan orang akan menciptakan pergerakan ekonomi, pergerakan barang dan jasa. Karena itu industri pariwisata pasti akan ikut bergerak,” tuturnya.
Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, dengan terselenggaranya Wonderful Fest di Batam, akan mempengaruhi musik Indonesia yang terasa begitu kuat bagi Singapura dan Malaysia.
“Ini konser besar, sudah pasti spektakuler. Targetnya jelas. Apalagi Rossa sering menggelar konser tunggal di dua negara itu, dan semuanya sukses. Ini peluang kita menarik wisatawan dua negara itu ke Batam,” ungkap Giri.
Giri memahami apa yang menjadi keinginan pasar Singapura dan Malaysia menjelang pergantian tahun. Menurutnya para wisman biasanya mencari destinasi wisata akhir tahun.
“Ini komitmen kita terus menggelar atraksi wisata di perbatasan. Marketnya cukup besar mendatangkan wisman ke Batam,” kata Giri lagi.
Terpisah Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh menyebutkan Malaysia dan Singapura merupakan target potensial.
Terlebih, Malaysia dan Singapura secara budaya sangat dekat karena berasal dari satu rumpun Melayu. Bahkan banyak penyanyi Indonesia yang digandrungi oleh kedua negara tersebut.
“Batam kan masuk program crossborder tourism. Jadi nggak cuma wisata alam, sport tourism dan MICE saja yang kita support. Wisata berbalut musik juga ikut kami dukung. Jangan ragu datang ke Batam, pasti mengasyikkan,” katanya.
Editor: Chandra Adi Putra






















