Tak Kunjung Rampung, Pengerjaan Buka Jalan Paralayang di Pincuran 7 Kian Mangkrak

Lokasi pengerjaan buka jalan di puncak bidadari yang direncanakan sebagai fasilitas latihan olahraga Paralayang Agrowisata di Pincuran 7 Tanah, Garam Kota Solok. (Foto: patrolmedia/Niko I)
Lokasi pengerjaan buka jalan di puncak bidadari yang direncanakan sebagai fasilitas latihan olahraga Paralayang Agrowisata di Pincuran 7 Tanah, Garam Kota Solok. (Foto: patrolmedia/Niko I)

Patrolmedia.co.id, Solok – Pengerjaan buka jalan olahraga Paralayang Agrowisata di Pincuran 7 Tanah Garam Kota Solok, tak kunjung rampung. Proyek dibawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang ini, kian mangkrak.

Lokasi yang sudah menelan anggaran ratusan juta tersebut diperuntukkan sebagai akses jalan menuju puncak bidadari dan lahan pertanian.

“Selain untuk lahan pertanian, jalan menuju puncak bidadari ini dimanfaatkan untuk latihan olahraga Paralayang,” kata Ketua Harian FASI Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), Antos, beberapa waktu lalu.

Meski telah dibuka, lanjut Antos, hingga saat ini jalan tersebut tak kunjung bisa dilewati, lantaran jalan nan terjal ditambah parit di lokasi itu mulai terkikis air, sehingga sulit mencapai lokasi puncak bidadari.

“Kami di Fasi sangat berharap kepada Pemko Solok agar tahun ini, jalan tersebut segera rampung, sehingga latihan persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) dan 5 seri Kejuaraan Nasional (Kejurnas), bisa maksimal,” pintanya.

Simak juga: Habiskan Biaya Rp20 Miliar, IPA di Gurun Bagan Justru Tak Terawat

Antos mengakui, saat ini Fasi masih menumpang latihan di Kabupaten Solok, yakni di puncak kobah nagari Aripan dan puncak Villa nagari Saniangbaka.

Sedangkan, alam di Solok telah diakui banyak daerah lain sebagai lokasi latihan, bahkan ajang perlombaan olahraga Paralayang.

“Padahal Porprov 2014, kami telah menyumbangkan 1 emas dan 1 perunggu. Seperti itu juga ditahun 2016, meningkat menjadi 1 emas 2 perak dan 3 perunggu,” kenangnya.

“Berarti kan atlit-atlit paralayang Solok sudah membuktikan prestasi ini. Apalagi mulai diperhitungkan daerah lain. Apa salahnya Pemko memfasilitasi sarana dan prasarana untuk olahraga ini,” harapnya.

Kadis PU dan Tata Ruang Kota Solok, Alkaf menyebutkan, buka jalan Paralayang agrowisata ini dilaksanakan tahun 2017. Pengerjaan proyek ini sudah menelan anggaran sekitar Rp200 juta, menggunakan sistem pekerjaan manunggal.

“Tapi untuk panjang lebarnya saya lupa,” kata Alkaf diruang kerjanya.

Kelanjutan pengerjaan jalan paralayang ditahun 2018 ini terancam terhambat, karena tidak masuk dalam Musyawaran Perencanaan Pembangunan
(Musrembang). Alkaf berharap pengerjaan lanjutan dapat dilaksanakan kembali di tahun 2019.

“Kemungkinan, besar anggaran yang akan diajukan sekitar Rp4 miliar,” katanya.

Simak juga: Kabid Pasar Solok Sebut Kios Milik Negara Dijual Ratusan Juta, Apa Benar?

Ditempat berbeda, seorang warga setempat Iskandar mengatakan, seharusnya Pemko Solok serius menyelesaikan program-programnya seperti pembangunan jalan paralayang agrowisata.

Menurutnya, jika tahun 2017 sudah dilaksanakan buka jalan, semestinya tahun 2018 ini, dilanjutkan.

“Kalau Pemko baru akan melanjutkan di 2019 nanti, tentu jalan yang sudah dibuka itu hilang ditutupi semak belukar,” kata Iskandar.

Menurut dia lagi, betapa memprihatinkan, para atlit paralayang Kota Solok masih numpang ke daerah tetangga, hanya sekedar untuk latihan. Padahal alam dan bukit di Solok sangat mendukung untuk dijadikan sarana olahraga paralayang.

“Saat porprov, kita begitu berharap agar para atlit dapat medali dan penghargaan untuk kota Solok itu sendiri,” katanya.

 

Penulis: Niko Irawan
Editor: Erwin Syahril