Berita  

Sanksi Sosial Sarwendah Libatkan Pacar, Pengacara Ruben Onsu: Akibat Perilaku Tidak Pantas di Live TikTok!

Gelombang Boikot yang Menyentuh Lingkungan Sekitar Sarwendah

Gelombang penolakan terhadap Sarwendah tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga menjangkau pihak-pihak yang sering muncul bersamanya dalam konten media sosial. Termasuk di dalamnya adalah kekasihnya, Giorgio Antonio. Hal ini menjadi perhatian utama dari warganet yang merasa bahwa perilaku dan tindakan yang dilakukan oleh pasangan tersebut melampaui batas yang dapat diterima secara umum.

Hingga Senin (6/7/2026), petisi dengan judul “Cancel Sarwendah dari Media Sosial” di platform change.org telah mencapai angka 81 ribu tanda tangan. Publik menyatakan bahwa tindakan Sarwendah dan pasangannya dalam ruang digital sudah tidak pantas lagi.

Tidak Hanya Perbuatan Tunggal

Menanggapi isu ini, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menilai wajar jika kemarahan netizen meluas ke orang-orang di sekitar Sarwendah. Menurutnya, konten yang dianggap kontroversial tersebut dilakukan secara bersama-sama.

“Perbuatan yang dianggap masyarakat dan netizen tidak pantas di depan media sosial ketika live itu kan tidak hanya dilakukan oleh S sendiri. Ini kan bukan perbuatan tunggal, tapi perbuatan yang dilakukan bersama-sama,” ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).

Minola menambahkan bahwa setiap orang yang terlibat dalam video atau siaran langsung tersebut secara otomatis akan dinilai satu paket oleh masyarakat.

“Tentu setiap orang yang ada di postingan itu atau di video itu, pasti turut serta. Masyarakat melihatnya seperti itu. Jadi wajar saja kalau sanksi sosial itu juga menyertai orang-orang yang ada di lingkungan itu,” lanjutnya.

Keresahan Masyarakat Timur

Lebih jauh, Minola membeberkan poin-poin yang memicu kejengahan publik. Selain isu sering menghina Ruben Onsu dan meremehkan nafkah Rp200 juta, aksi-aksi fisik saat berjualan di TikTok pun dianggap tidak etis. Hal ini mengingat status hubungan yang belum resmi secara hukum antara Sarwendah dan Giorgio Antonio.

“Aksi-aksi yang sebagian masyarakat melihatnya ini kok aduh risih gitu. Tontonannya dianggap tidak pantas, bahasa-bahasanya, lirik-lirikannya, ketika ‘oles-oles’ misalnya. Orang melihat ini aksi berdua. Jadi kalau sanksinya diambil masyarakat untuk berdua, itu konsekuensi dari setiap perbuatan,” tegas Minola.

Dampak bagi Lingkungan Anak

Bagi pihak Ruben Onsu, meluasnya sanksi sosial ini menjadi salah satu bukti pendukung bahwa lingkungan di kediaman Sarwendah saat ini dianggap “tidak aman” bagi pertumbuhan mental anak-anak mereka.

Minola menyebutkan, keterlibatan anak-anak dalam konten live hingga larut malam serta paparan terhadap perilaku orang dewasa yang belum terikat pernikahan menjadi poin utama dalam gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben.

“Aksi-aksi yang dianggap tak pantas oleh sebagian masyarakat ini bisa jadi bukti bahwa anak-anak berada dalam lingkungan yang tidak aman bagi psikologis dan pertumbuhan mentalnya,” pungkas Minola.