, AMERIKA SERIKAT – Kekalahan mengejutkan yang dialami Timnas Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026 langsung memicu gelombang kritik kepada pelatih Julian Nagelsmann.
Meski posisinya kini berada di ujung tanduk, pelatih berusia 38 tahun itu menegaskan tidak akan mengundurkan diri.
Die Mannschaft harus mengakhiri langkahnya secara menyakitkan seusai kalah adu penalti 3-4 dari Paraguay setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di fase gugur, sebab Jerman lebih diunggulkan dibanding lawannya.
Kegagalan itu semakin terasa pahit karena Paraguay lolos ke fase gugur dengan status yang kurang meyakinkan.
Mereka hanya finis di bawah Amerika Serikat dan Australia di Grup D, namun justru berhasil menyingkirkan raksasa Eropa.
Sorotan pun langsung mengarah kepada Nagelsmann. Banyak pihak mempertanyakan masa depannya setelah gagal membawa Jerman melangkah lebih jauh di turnamen terbesar dunia tersebut.
Meski tekanan semakin besar, Nagelsmann memastikan dirinya tidak memiliki niat untuk meninggalkan jabatannya.
Dia masih ingin memimpin Jerman menghadapi agenda besar berikutnya, yakni Euro dan UEFA Nations League.
“Saya siap dan ingin melakukan persiapan untuk Euro dan Nations League. Jika saya tidak lagi diinginkan, maka kami perlu membicarakannya,” ungkap Nagelsmann, dikutip dari One Football.
Nagelsmann juga mengakui timnya tampil jauh dari harapan saat menghadapi Paraguay. Dikutip dari situs Foot Mercato, menurut Nagelsmann, Jerman terlalu lambat dalam membangun serangan dan gagal memaksimalkan peluang yang dimiliki.
“Kami membutuhkan waktu yang lama untuk mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain. Kami seharusnya lebih sering memainkan bola secara langsung,” jelasnya.
Nagelsmann pun menyesali tumpulnya lini serang Jerman meski merasa timnya tampil disiplin sepanjang pertandingan.
“Secara umum kami kurang efektif dalam menyerang. Kekecewaan ini sangat besar karena kami memiliki tim yang seimbang. Konsentrasi para pemain sebenarnya sangat baik, tidak ada kelalaian,” ucapnya.
Kini, bola berada di tangan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). Nagelsmann sudah menyatakan siap bertahan, tetapi keputusan akhir mengenai masa depannya akan ditentukan oleh federasi.
“Ketika tersingkir dari turnamen, itu menjadi pengalaman yang menentukan. Saya siap jika mereka (petinggi Federasi Sepak Bola Jerman) menginginkan saya. Jika tidak, mereka harus memberitahu saya. Saya ingin terus bermain dan siap. Saya bukan tipe orang yang mundur. Itu tidak mungkin.” tutupnya. (dkk/jpnn)






















